
Polres Bangli Bersama Stakeholder, Tutup Pintu Keluar dan Masuk Kabupaten Bangli saat Ngembak Geni
BANGLI CAHAYAMASNEWS. Akses jalan di Kabupaten Bangli ditutup dan dijaga petugas, Kamis (26/3). Penutupan ini dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Personel Polres yang dilibatkan berkekuatan sekitar 300 an personel termasuk Polsek dan yang dilakukan pengamanan dan penjagaan ada di 72 desa di seluruh Bangli serta seluruh pintu masuk dan keluar Kabupaten Bangli.
Penutupan dilakukan Polres Bangli bersama unsur TNI, pemerintah daerah dan dibantu pecalang setempat. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengatakan, penutupan akses masuk dan ke luar dari dan ke Kabupaten Bangli dilakukan untuk menegakkan kebijakan Pemerintah Daerah, baik kebijakan Gubernur Bali maupun Bupati Bangli yang menegaskan bahwa sehari setelah Nyepi, agar tidak ada masyarakat yang bepergian ke luar rumah. “Kami bersama unsur TNI Kodim 1626 Bangli berkordinasi dengan pecalang setempat. Apabila ada petugas seperti : Medis, Bandara, dan petugas lain agar diijinkan ke tempat tugasnya untuk pelayanan,” ujarnya.
Kawasan perbatasan pintu masuk dan keluar, baik dari dan ke Kabupaten Bangli ditutup hari ini, Kamis (26/3). Hal tersebut dilakukan pihak Kepolisian Polres Bangli bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah dan dibantu pecalang setempat. “Dalam pengamanan ini kami dari Polres Bangli bersinergi dengan Kodim 1626/Bangli, Pemkab Bangli dan dibantu Pecalang setempat melaksanakan pengamanan pintu masuk dan keluar Bangli, hal ini merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona, demi kesehatan rakyat juga,” ujarnya.
Kapolres juga menegaskan, dalam pelaksanaan pengamanan ini pihaknya tetap menerapkan SOP yang berlaku, baik SOP pengamanan maupun dalam mengantisipasi penyebaran Virus ini dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Namun Perwira berpangkat melati dua ini mengatakan, ada pengecualian yang diberikan yakni bagi petugas medis, maupun petugas bandara diberikan lewat ke tempat tugasnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kami tetap memberikan akses masuk dan keluar bagi tenaga medis untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-Agung Natha.









Facebook Comments