November 6, 2026
Bali

“Nyepi Desa Adat” Batal Dilaksanakan, Masyarakat Diimbau Laksanakan “Yasa Kerthi” dan Disiplin Taati Imbauan Pemerintah

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS). Setelah mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang dan masukan oleh masyarakat yang kesemuanya sangat baik, terkait rencana dilaksanakan ‘Nyepi Desa Adat’ tanggal 18, 19, dan tanggal 20 April 2020 mendatang, Majelis Desa Adat Provinsi Bali bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia  (PHDI) Provinsi Bali sesuai hasil Paruman Madya Majelis Desa Adat dengan PHDI memutuskan untuk membatalkan rencana pelaksanaan ‘Nyepi Desa Adat’ tersebut. Penegasan itu disampaikan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dalam keterangan persnya kepada awak media, baik cetak maupun media elektronik, Rabu (8/4/2020).   

Paruman Madya tersebut dihadiri Prajuru Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan prajuru Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota se Bali, Ketua dan pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan para Ketua PHDI Kabupaten/Kota seluruh Bali, serta dua orang Sulinggih. Lebih jauh Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, Paruman Madya tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan dan keputusan di antaranya; terkait mewabahnya Gering Agung Covid-19 ini disepakati untuk melaksanakan upacara nunas ica (mohon anugerah) berupa Pemahayu Jagat yang dilaksanakan masing-masing di Pura Agung Besakih, di Pura Kahyangan Tiga, Ulun Setra, di Sanggah Merajan Kemulan, bertepatan pada rahina Budha Pon Wuku Medangkungan tepat pada rahina Tilem sasih Kedasa, Rabu (22/4/2020) mendatang.

Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali bersama Ketua PHDI Provinsi Bali mengimbau kepada umat Hindu atau Krama Adat Bali untuk melaksanakan ‘Yasa Kerti, (Ngeneng, lan Ngening)’, tinggal di rumah selama virus Covid-19 ini masih mewabah. Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengajak Krama Bali untuk membantu pemerintah mempercepat penanggulangan Virus Corona (Covid-19), dengan mentaati imbauan yang dikeluarkan pemerintah dengan penuh kedisiplinan dan kesadaran.

“Baru ke luar rumah ketika mempunyai urusan sangat penting saja. Saya mengajak krama adat Bali untuk lebih disiplin didasari kesadaran dan kesabaran untuk mentaati aturan, dan imbauan dari pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, demi keamanan dan keselamatan, sekaligus dalam upaya mempercepat penanganan dan penanggulangan pandemi Virus Corona (Covid-19), sehingga Bali segera terbebas dari ancaman virus mematikan tersebut,” ujar Bendesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet. Semoga Gering Agung Covid-19 secepatnya sirna dari Bali, Indonesia dan bahkan dari muka bumi ini. *** Cahayamasnews.com/Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!