
Sidak Kesiapan SKB Jasri sebagai Tempat Penanganan Covid-19, Ketua DPRD Harap Pengerjaan Proyek Efektif dan Tepat Waktu
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Guna mengantisipasi meluasnya wabah Covid-19 diperlukan tempat karantina mandiri sebagai rumah singgah. Pemerintah Karangasem selain menyiapkan tempat karantina di beberapa hotel di wilayah Kabupaten Karangasem, juga sedang menyiapkan tempat penanganan Covid-19 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jasri. Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Ketua DPRD Karangasem I Wayan Parka, SH., dan Kabag Pengawasan dan Humas Setwan I Ketut Mertadina, Selasa (21/4) turun mengecek ke SKB Jasri untuk melihat kesiapan SKB yang bakal digunakan sebagai tempat penanganan Covid-19.
Rombongan diterima Kadis Pendidikan I Gusti Ngurah Kartika dan Kabid PAUD-PNF I Nyoman Adil selaku Kuasa Pengguna Anggaran, menjelaskan total pagu anggaran untuk kegiatan penyiapan SKB sebagai tempat penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp. 1, 9 milyar, terdiri dari rehab fisik dan pengadaan barang dan jasa, ditargetkan kelar dalam kurun waktu 2 minggu,” imbuhnya. Sambil berkeliling melihat kondisi SKB, Gede Dana mengatakan, kiranya anggaran yang telah diundangkan dalam Perkada No : 16 Tahun 2020 tentang APBD 2020, betul-betul digunakan dengan baik, agar tepat guna, tepat sasaran dan akuntabel.
“Saya berharap pengerjaan proyek ini agar benar-benar efektif, jangan sampai wabah Covid-19 hilang, rehab pengerjaan fisik belum rampung, mengingat Perkada kedua sudah lama ditetapkan per tanggal 31 Maret 2020, tolong proyek digenjot pengerjaannya,” pinta Gede Dana. Lebih lanjut Ketua DPRD Gede Dana berharap, dengan alokasi anggaran yang cukup besar ini, bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Bupati Karangasem, guna penanganan Covid-19, sehingga alokasi anggaran tersebut tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Karangasem I Wayan Parka dalam kesempatan itu menyoroti terkait pengadaan barang dan jasa seperti bed tempat tidur agar sesuai standar dan layak dipakai, sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa. Saat sidak tersebut Wakil Ketua I Wayan Parka menyoroti tentang kualitas bed (tempat tidur). Dimana menurutnya dinilai kualitasnya kurang layak. “Saya sempat mencoba bednya, sepertinya kurang layak. Sementara terkait rencana pengaturan penempatan orang per kamar, pihaknya berpesan agar diatur sedemikian rupa, sehingga menjadi lebih representatif,” ujar Wayan Parka. *** Cahayamasnews.com/Hms/Tim-01









Facebook Comments