
Memprihatinkan Rapid Test Banjar Serokadan, Dari 1.210 Orang Ditest 443 Hasilnya Reaktif
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Didasari akibat penambahan warga yang positif Covid-19 tanggal 28 April 2020 sebanyak 8 orang yang seluruhnya berasal dari Banjar Serokadan, Desa Abuan akibat kontak langsung dengan salah seorang warga positif Covid-19 transmisi lokal, pemerintah Kabupten Bangli langsung melakukan rapid test massal di wilayah tersebut Kamis (30/04/2020). Hasil cukup mengkhawatirkan, Jumlah dirafid test sebanyak 1.210 orang hasilnya 443 orang reaktif dan 767 orang non reaktif. Kesimpulan 36,61 persen reaktif. Direncanakan 2000 orang lebih di wilayah tersebut akan dirapid test dan akan dilanjutkan Jumat (01/05/2020).
Pelaksanaan rapid test dipantau langsung oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Hadir pula Kasatgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabuaten Bangli, I Made Gianyar dan wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta beserta anggota. Humas Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi mengatakan, rapid test di Banjar Serokadan dilakukan di beberapa titik. Seperti untuk pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarga, pelaksanaan rapid test di rumah masing-masing. Sedangkan warga yang tidak ada anggota keluarga PMI dirapid test di Balai Banjar. Pelaksanaan rapid test dilakukan tim dari Provinsi dan Kabupaten.
Untuk wilayah Banjar Serokadan, rapid test dibagi menjadi 4 tempat yakni Balai Banjar Tempek Kaja untuk warga masyarakat tempek Kaja, Balai Banjar Serokadan untuk warga Tempek Sangging dan Tempek Satria, SDN 2 Abuan untuk keluarga PMI, Wantilan Pura Puseh untuk warga Tempek Kelod Kangin. Hasil rapid tes tersebut dari 1.210 orang, Non Reaktif berjumlah 767 orang, dan Reaktif berjumlah 443 orang. Dengan rincian Tempek Kelod Kangin tempat Rapid di Jaba Pura Puseh Srokadan yang melaksanakan Rapid 500 orang, hasilnya non reaktif 494 orang, reaktif 6 orang. Tempek Satria dan Sangging dari 348 orang, Reaktif sebanyak 335 dan non reaktif 13 orang. Tempek Kaja, dari 276 orang, hasil reaktif 16 orang, non reaktif 260 orang. PMI dan keluarga PMI, dari 86 orang hasilnya reaktif 86, non reaktif:0.
Lebih lanjut Wayan Dirgayusa mengatakan, bagi warga yang hasil rapid test reaktif akan diisolasi di Balai Diklat BPK Perwakilan Provinsi Bali yang berlokasi di wilayah Gianyar. “Warga sementara dititip di sana sembari menunggu test berikutnya yakni Swab,” ujarnya. Mantan Camat Kintamani ini menegaskan, agar tidak terjadi perluasan kasus Covid-19 ke wilayah lainnya, maka isolasi diperketat. Semua warga di Banjar Serokadan dilarang melakukan aktivitas keluar desa dan rumah, serta pengawsan dilakukan langsung Satgas Kabupaten. Namun demikian untuk akses pembawa sembako tetap terbuka. Sementara itu, isolasi ini baru sebatas di Banjar Serokadan dan untuk pemenuhan logistik warga sudah dipersiapkan. Logistik bagi warga akan langsung dibagikan ke rumah-rumah oleh Satgas. “Mengacu SOP maka isolasi barlangsung 14 hari, namun tetap melihat perkembangan situasi,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Agung Natha.









Facebook Comments