September 10, 2026
Pendidikan

RENUNGAN: (“BRATA SEMESTA IV”). (Dari Brata Menjadi Yadnya).

Kekuatan Covid-19, masih sedang bergerak luas di seluruh dunia, oleh karena itu sudah semestinya pengetatan disiplin sesuai ketentuan perlu ditegakkan (brata). Agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi. Dampak ekonomi global dan kekhawatiran sosial yang diakibatkannya, mesti disadari sebagai suatu realitas yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Mengubah pola pikir mikro dan makro, yang berstandar selera tinggi menjadi prihatin patut disadari.

Perilaku berbagi kepada saudara-saudara yang sangat membutuhkan mesti lebih diwujudnyatakan lebih banyak lagi. Langkah-langkah untuk memberi kepada yang membutuhkan,  amat bernilai (dari brata menjadi yadnya) dari pada hanya berpendapat dan berkonsep berbuih-buih, lalu kontra produktif, membingungkan masyarakat. Tentu tantangan terbesar bernuansa politik, subyektif antipati, menyerang dengan berbagai hinaan, hoak, menjadi bagian tersendiri menumpangi abdi-abdi penangan covid-19, yang patut diantisipasi dan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu bukanlah karakter humanis, walaupun kuda tunggannya agama dan topengnya orang suci. Memviralkan diri dengan cara-cara bersebrangan dengan prinsip-prinsip NKRI berdalih kritik, justru ingin meraup keuntungan pribadi. Gema realitas ini telah menjadi ruang baca tersendiri, agar bangsa kita ini tidak tergerus masuk ke jurang neraka. Mengendalikan gangguan ini adalah ‘Brata’ yang berorientasi pengendalian diri dan juga pengendalian masalah yang berorientasi pengorbanan untuk kedamaian bersama.

Hukum semesta tampaknya telah menggariskan bahwa yang berbuat kebajikan akan selalu diganggu oleh ‘Denawa’ atau manusia berwatak raksasa. Tidak pernah Yudistra mengganggu Duryodhana, tetapi dengan berbagai tipu daya yang diajarkan Sangkhuni, Duryodhana selalu memperdaya, hingga kekuatan dharma selalu berpihak kepadanya. Oleh karena itu, kepada abdi-abdi dharma negara yang menjadi garda depan harus kuat, semangat karena ditanganmu keselamatan bangsa ini dipertaruhkan. Teriring doa semoga Tuhan selalu memberkati penguatan pengabdianmu, itu wujud ‘Brata-mu’ untuk semesta. Semoga damai selalu,  Rahayu*** Cahayamasnews.com. Sri Guru Hasta Dhala (Pendiri & Pemilik Ashram Vrata Wijaya, Denpasar).

Facebook Comments

error: Content is protected !!