
RENUNGAN; “Brata Semesta V”. (Jadikan Stay at Home, Momen Perenungan Kesadaran Diri).
Merebak geraknya covid 19, telah banyak memakan korban di seluruh dunia. Berbagai cerita, tangisan, kesulitan ekonomi, keresahan multi dimensi, harap cemas tentang berbagai pertanyaan tentang kapan berakhirnya situasi ini. Tentu siapapun tidak mampu menjawabnya dengan pasti, walaupun ada jawaban-jawaban dari berbagai kalangan termasuk para normal, secara psikologis lebih bersifat menenangkan dan itu amat penting, ditengah-tengah kegalauan masyarakat.
Menghadapi misteri yang masih amat rahasia inilah, memerlukan konsentrasi dan pengendalian diri jasmani dan rohani (Brata) agar kita sadar menghindar dan juga sadar secara sungguh-sungguh serta ikhlas memohon perlidungan-Nya. Bila hal ini benar-benar bisa dilakukan, berarti stay at home bukan sekadar tinggal di rumah, makan dan tidur, tetapi perenungan kesadaran diri (mulat sarira), siap berkarma mengumpulkan energi suci, memaknai keadaan yang serba merisaukan ini.
Mengkondisikan diri seperti itulah wujud pengendalian diri (Brata), agar tenang menghadapi masalah yang terjadi. Ketika kegoyahan konsentrasi lalu dibuyarkan oleh harapan-harapan yang dipenuhi dengan kecemasan menguasai pikiran, jawabannya adalah stress. Bila itu terjadi covid-19 akan mudah menyerangnya. Sangat berbahaya bila pembiaran pikiran tidak tunduk dan terkondisi oleh keimanan yang memadai, mengakibatkan imun atau proteksi anti body menjadi lemah. Oleh karena itu, mengubah pola pikir sebelumnya yang barangkali telah dimanjakan alam, menuju keprihatinan bersahaja inilah wujud keimanan yang menciptakan imun yang kuat dalam diri.
Semua itu tumbuh dari upaya sadar, bahwa semesta telah menghendaki realitas ini, agar kita bangkit dari kealpaan panjang dikusai kegelapan material duniawi, lalu ingat menuju kemurnian hati nurani, yang semuanya itu bersumber dari Kasih-Nya yang suci. Perilaku-perilaku yang semestinya suci, tergerus arus material menciptakan luluh lantaknya nilai-nilai kesucian dalam hidup. Menciptakan budaya munafik, penuh kepalsuan, yang berputar-putar di tempat, berbeaya tinggi mencekik leher rakyat, tidak bisa merubah dan menyadarkan keadaan. Akibatnya stagnan dan konvensional, takut kontrol karena memang sengaja ditakut-takuti dengan dogma-dogma yang tidak jelas.
Kegelapan ini menjadi lingkaran gelap yang harus ditembus dengan langkah mendekat kepada-Nya. Ternyata apa yang terjadi saat ini, tampak melalui hadirnya si-makhluk halus itu, mengajarkan kita semua agar prihatin dan selalu mendekat pada kasih-Nya, sebagai wujud ‘Brata’ dan konsentrasi kepada-Nya. Semoga menjadi renungan. *** Cahayamasnews.com. Sri Guru Hasta Dhala (Pendiri & Pemilik Ashram Vrata Wijaya, Denpasar).









Facebook Comments