
Hindari Kerugian Akibat Serangan Wabah Virus ASF, Warga Desa Abang Ciptakan Trand “Mepatung”
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Untuk menghindari kerugian lebih besar ditengah mewabahnya virus ASF, sejumlah warga di wilayah Desa Abang, Kecamatan Abang Karangasem belakangan ini lebih memilih memotong babi piaraannya sendiri yang masih sehat untuk dikonsumsi. Namun, bukan untuk dikonsumsi sendiri, sang pemilik babi biasanya mencarikan sejumlah pembeli sekitar 10 – 15 orang untuk diajak “Mepatung”.
Seperti keterangan I Made Wirta alias Demplang, salah seorang warga yang menjadi pelopor ‘Mepatung’ mengatakan, upaya ini dilakukan mengingat situasi pandemi Covid-19 dan virus babi sudah marak termasuk di kawasan wilayah Desa Abang. “Sebelumnya saya informasikan ke tetangga dan teman-teman yang mau ikut mepatung,” ujarnya. Dimana harga belinya akan mendapat harga lebih murah jika dibandingkan dengan membeli daging babi di pasar. Karena jika membeli di pasar harga daging babi per-kilonya mencapai Rp.50.000., hingga 60.000 rupiah. Namun jika ‘Mepatung’, pembeli akan mendapat daging 3 sampai 4 kilogram dengan hanya membayar Rp. 100.000 sampai Rp. 150.000 saja. Tergantung besar kecil kuantitas babi yang akan dipotong.
“Ini sudah yang kedua kalinya, sudah tiga babi dipotong dengan cara ‘Mepatung’. Dari pada membeli di pasar harga lebih tinggi, dan terlebihnya lagi daripada nanti babi mati sia-sia lantaran virus saat ini kan jadi lebih rugi,” ujarnya ketika ditemui, Selasa (12/5). Sementara warga Desa Abang lainnya, yakni I Made Oka alias Pak De Koko mengaku sudah tiga kali ‘Mepatung’ dan ngelawar terakhir dalam tiga minggu dari pertengahan bulan lalu dan terakhir kemarin hari, Sabtu (9/5) lalu.
“Pertama ‘Mepatung’ bersama para karyawan ditempatnya bekerja sekitar 20 orang dengan memotong babi seberat 100 kilo lebih. Itu dibagi menjadi 15 tanding, dibawa pulang kita masak-masak layaknya hari raya penampahan Galungan,” ucapnya sambil tersenyum sumringah. Pihaknya mengaku daging babi itu diolah menjadi beberapa olahan makanan. “Daging babi itu saya buat sate, lawar dan masakan lainnya. Bahkan daging hampir cukup sampai 4 hari dengan biaya 150.000 rupiah. Dibandingkan kita beli diwarung uang Rp.150 ribu tidak cukup sampai empat hari, dan ini sangat membantu dalam situasi Cobid saat ini,” imbuh Made Oka. Sementara informasi yang di dapat koran ini, Mepatung ini juga di laksanakan di banyak Desa di Karangasem, terutama di desa-desa yang mengalami ternak babi mati mendadak Seperti di Desa Bungaya dan lainnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01/02.









Facebook Comments