September 9, 2026
Pendidikan

Pertama dan Satu-Satunya di Indonesia, Gubernur Koster Gelontorkan Bansos Tunai untuk Pendidikan

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, terutama bagi para pelajar, Gubernur Bali Wayan Koster kembali melakukan gebrakan kebijakan berupa pemberian bantuan sosial tunai secara simbolis kepada siswa SD, SMP hingga SMA/SMK/SLB swasta se-Bali. Penyerahkan bantuan sosial tunai secara simbolis kepada siswa SD, SMP hingga SMA/SMK/SLB swasta se-Bali, dilaksanakan di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Kamis (4/6/2020). Penyerahan bantuan sosial tunai tersebut adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Gubernur Bali mengatakan, pemberian bansos ini merupakan implementasi dari Pergub No 15 tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Covid-19 provinsi Bali.   “Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan percepatan penanganan Covid-19 di Bali, juga dampaknya terhadap ekonomi pada masyarakat, dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS),” jelasnya. Lebih lanjut gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini mengatakan, pemberian bantuan berupa biaya pendidikan dalam bentuk bantuan sosial tunai dan sumbangan pembinaan pendidikan (BST-SPP) bertujuan untuk meringankan beban orang tua/wali.

“Bantuan ini khusus diperuntukkan kepada siswa yang orang tuanya terkena dampak Covid-19 ini, kita berikan bantuan selama 3 bulan dengan anggaran total Rp.11.080.018.000  untuk 19.859 orang siswa jenjang SD hingga SMA/SMK/SLB. Anggaran ini hasil refokusing dan realokasi anggaran kita di Pemprov Bali. Bantuan ini kami berikan khusus untuk siswa sekolah swasta, karena untuk sekolah negeri sudah di-cover oleh dana BOS dan skema bantuan lainnya,” jelasnya.

Untuk jenjang SD, bantuan diberikan sebesar Rp. 450.000 untuk masing-masing siswa, jenjang SMP Rp. 600.000, dan jenjang SMA Rp. 750.000. Secara rinci bantuan tunai untuk jenjang SMP se-Bali terealisasi sebanyak 4.972 orang dengan anggaran sebesar Rp. 2.271.658.000. Jenjang SMA se-Bali terealisasi sebanyak 2.816 orang dengan anggaran sebesar Rp. 1.647.220.000. Jenjang SMK se-Bali terealisasi sebanyak 9.318 orang dengan anggaran sebesar Rp.6.002.640.000. Selanjutnya untuk SLB se-Bali terealisasi sebanyak 103 orang dengan anggaran sebesar Rp. 28.740.000.

Gubernur Koster menilai, bantuan ini diperlukan bagi siswa-siswi swasta di tengah dampak Covid-19 kepada masyarakat terutama di sektor ekonomi. “Siswa swasta ini yang saya lihat belum banyak tersentuh skema bantuan dari pemerintah pusat dan Provinsi Bali adalah satu-satunya di Indonesia yang memikirkan dan menerapkan kebijakan ini,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. “Dengan bantuan ini, saya harap pihak sekolah tidak lagi memungut SPP selama 3 bulan sesuai dengan jumlah bantuan tersebut,” tambahnya lagi.

Gubernur kembali berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban orang tua di tengah kondisi seperti saat ini. “ Bantuan yang kita berikan ini, bukan hanya untuk siswa tapi juga sektor koperasi, sektor UMKM, pegawai yang PHK/dirumahkan dan sektor informal hingga masyarakat tidak mampu. Komitmen kita juga di sektor pendidikan, bahkan hingga ke tingkat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini juga merupakan yang satu-satunya di Indonesia,” katanya seraya menambahkan bahwa saat ini Bali sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik di Indonesia terlebih melihat tingginya angka kesembuhan dan rendahnya angka kematian. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!