September 10, 2026
Adat dan Tradisi

Ditengah Masih Mewabahnya Covid-19, Ribuan Orang Serbu Sejumlah Tempat Pelukatan Saat Banyupinaruh

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Meski masih dalam situasi dan kondisi masa pandemic Covid-19, sejumlah tempat petirtaan, tempat malukat (menyucikan diri) di Bangli diserbu pamedek saat Banyupinaruh. Seakan mereka tak lagi menghiraukan situasi dan kondisi saat ini di tengah masih mewabahnya Virus Corona. Namun para pengelola tetap menerapkan protocol kesehatan demi keamanan bersama. Pantauan Tim Cahayamasnews.com, sejumlah tempat yang ramai dikunjungi seperti Taman Pecampuan Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut  dan  Tirta Sudamala, di Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli. Ribuan orang datang saat hari Banyupinaruh Minggu (05/07/2020). Pantauan di dua lokasi tempat petirtaan di Bangli selama ini selalu ramai didatangi para pemedek saat hari raya Banyupinaruh.

Menurut Kelian Adat Banjar Sedit Jero Mangku Nengah Armada saat dikonfirmasi di lokasi Petirtaan Sudamala menjelaskan Tirta Sudamala statusnya belum dibuka kembali namun, pihaknya tidak bisa melarang jika ada masyarakat yang ingin tanggil bersembahyang dan melakukan ritual melukat saat hari Banyupinaruh. “Tidak  mungkin kita suruh balik kalau ada pamedek yang tangkil,” jelasnya.

Dikatakan Armada, pihaknya tidak menyangka banyak pamedek yang tangkil, mengingat  situasi dan kondisi masih masa pandemic Covid 19, setelah diberitahu sama pemangku, bahwa dari  hari Sabtu saat Saraswati sudah mulai ramai yang datang hingga larut malam, sesuai kesepakatan para Prajuru dan Pecalang akhirnya sepakat untuk menyambut para pamedek dengan pelaksanakan protokol kesehatan yakni sebelum memasuki areal petirtaan para pamedek diwajibkan memakai masker, jika tidak pakai masker, pihak pecalang sudah menyediakan, kemudian cuci tangan, suhu badannya dicek, atur jarak baik saat melukat maupun sembahyang ditandai dengan tanda palang merah,” katanya.

Disinggung pamedek yang datang kebanyakan dari sekitar Bangli dan sekitar satu persen dari  kabupaten terdekat, seperti Gianyar dan Klungkung. “Kalau dulu sebelum ada pandemic Covid-19 ribuan pamedek dari berbagai daerah seluruh Bali tangkil ke sini,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Sala, I Ketut Kayana selaku pengelola tempat Petirtaan Taman Pecampuan Sala saat dihubungi menyampaikan untuk mengantisipasi jumlah pamedek yang datang  dilakukan pengaturan secara bergilir saat melakukan persembahyangan maupun saat melakukan panglukatan,” ujarnya.

Protokol kesehatan juga diterapkan terhadap pamedek seperti dengan melakukan pengecekan suhu tubuh dan membuat tanda untuk mengatur jarak pemedek satu dengan lainnya saat melaksanakan persembahyangan. “Kami juga persiapkan tempat cuci tangan untuk pamedek,” ucapnya. Untuk melakukan pengaturan tersebut Kayana menurunkan pecalang Desa Adat. Selama ini lanjut Kayana, Pura Tirta Pecampuan Sala selalu ramai didatangi pemedek  saat hari Banyupinaruh, bisa mencapai ribuan orang sejak pagi hari.

Pura Tirta Pecampuan Desa Adat Sala mulai dikenal dan ramai sejak selesai ditata tahun 2017 lalu. Pura Tirta Pecampuan Sala terdapat mata air yang mengalir melalui sejumlah pancuran oleh masyarakat mata air yang ada di Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala diyakini sangat baik untuk membersihkan diri, bahkan diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit,” tandasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-Agung Natha.

Facebook Comments

error: Content is protected !!