
Bertekad Tuntaskan Buta Aksara, Pemkab Tandatangan MoU dengan BPD Bali dan UT
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berupaya kuat untuk menuntaskan buta aksara dan mendorong masyarakat untuk melek aksara dengan berbagai program, salah satunya pemberian Kartu Karangasem Cerdas (KKC). Tak hanya itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri juga menyerahkan Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dan menjalin kerjasama bidang pendidikan melalui penandatanganan MoU Pemda dengan BPD dan Universitas Terbuka (UT), Kamis (16/7) di Kantor Disdikpora Karangasem. Penandatangan MoU Pemkab Karangasem dengan BPD Bali terkait dengan Kartu Karangasem Cerdas, sedangkan MoU dengan Universitas Terbuka terkait kerjasama peningkatan SDM dengan membangun cabang Universitas Terbuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ UT Perwakilan Bali) di Karangasem serta pemberiaan beasiswa kuliah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Kartika menjelaskan, Sukma adalah Surat Keterangan Melek Aksara yang diberikan kepada warga belajar buta aksara. Sebanyak 1500 orang yang lulus dan dibagikan sertifikat Sukmanya yaitu 1384 orang. Mereka telah dibelajarkan selama 114 jam tatap muka yang berasal dari 4 kecamatan di 12 kedesaan. Di antaranya, Desa Bebandem, Desa Buana Giri, Desa Budakeling, Desa Bungaya Kangin, Desa Bungaya, Desa Jungutan, Desa Sibetan, Desa Ababi, Desa Abang, Desa Tista, Desa Subudi, dan Desa Besakih.
“Dengan diserahkannya 1.389 Sukma ini, buta aksara yang masih tersisa sebanyak 7.277 orang dari 14.498 hasil pendataan pada tahun 2015. Kendala yang dihadapi dalam penyelesaian buta aksara selain karena eruspi Gunung Agung juga dikarenakan pandemi Covid-19 saat ini,” terang Gusti Ngurah Kartika. Pemkab Karangasem telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 6,6 milyar lebih untuk 25.808 siswa. Di antaranya untuk 83 orang kejar paket A sebesar Rp. 33 juta lebih, kejar paket B sebanyak 141 dianggarkan Rp. 70 juta lebih. Sedangakan untuk 242 orang Paket C sebesar Rp. 145 juta lebih.
Sementara untuk 16.894 siswa SD mendapatkan anggaran Rp 4,5 milyar lebih dan untuk 8.448 siswa SMA dianggarkan Rp 1,6 milyar lebih. Untuk pencairan Kartu Karangasem Cerdas, Pemkab Karangasem pun menjalin kerjasama dengan BPD Cabang Karangasem. Dikatakan, akibat Pandemi Covid 19, pemberian dana KKC 2020 mengalami pengurangan. Jumlah dana yang dibayarkan di tahun 2020 setengah dari yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
Gusti Ngurah Kartika juga memaparkan mengenai tujuan kerjasama antara Pemkab Karangasem dan Universitas Terbuka (UPBJJ UT Perwakilan Bali). UT satu-satunya perguruan tinggi yang boleh menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh bagi tamatan SMA/SMK, pegawai honorer, kontrak, dan PNS yang belum mempunyai Kualifikasi S1. “Karangasem sudah sejak lama melaksanakan kerjasama ini, maka dari itu hari ini kita catatkan dengan perjanjian atau MoU,” jelasnya.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem atas berbagai terobosan dan inovasi yang telah dilakukan untuk kemajuan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Karangasem. “Salah satu langkah konkritnya dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas adalah terselenggaranya berbagai kegiatan hari ini, salah satunya penyerahan surat keterangan melek aksara. Semoga secara bertahap dapat mengurangi angka buta aksara di Karangasem,” ujarnya.
Pemkab Karangasem berupaya meningkatkan kualitas pendidikan termasuk membuat masyarakat melek huruf. Dia berharap warga Karangasem terus meningkatkan motivasi belajar, berlanjut hingga ke tingkat lebih tinggi. Bupati Mas Sumatri mengucapkan terima-kasih kepada BPD dan UT yang telah menjalin kerjasama dan turut mendukung salah satu visi Pemerintah Kabupaten Karangasem yaitu mewujudkan masyarakat yang cerdas dan bermartabat. *** Cahayamasnews.com-Hms/Tim-01.









Facebook Comments