September 10, 2026
News

Sektor Pariwisata Masih Lesu, Pengusaha Pembuatan Speed Boat Batal Kirim ke Pemesan

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Pandemi Covid-19 sangat berdamapak pada kondisi perekonomian masyarakat, terutama oleh para pengusaha. Seperti yang dirasakan oleh salah satu pengusaha piberglas, I Komang Suardana yang bergerak di bidang pembuatan speed boat, di Banjar Dinas Yehkali Desa Seraya Tengah Karangasem. I Komang Suardana selaku owner di perusahan miliki keluarganya Wayan Rupiana, saat dijumpai di tempat usahanya, Selasa (28/7/2020) mengatakan, sejak virus corona terjadi di Indonesia pada bulan Maret 2020, dan walaupun telah diperlakukan tatanan kehidupan era baru atau new normal, belum berpengaruh terhadap usaha yang digeluti sejak 2013 lalu, akibat sektor pariwisata yang belum normal. Bahkan, sejumlah pesanan batal dikirim.

“Ya di sini di Desa Seraya Tengah ada 4 usaha pembuatan jukung dan 1 usaha khusus pembuatan speed boat saat ini ikut terdampak, dimana akibat sektor pariwisata belum normal,  ada 6 unit speed boat telah dipesan oleh perusahan di bidang speed boat dan pengerjaannya telah selesai, namun sampai saat ini pesanan mereka belum kami kirim,” ujarnya. Tercatat sejak usahanya berdiri pihaknya telah menyelesaikan 100 unit pesanan dari pengusaha speed boat, baik dari Nusa Peninda, Lombok hingga pengusaha dari Labuan Bajo.

Nyoman Suardana yang juga Perbekel Desa Seraya Tengah didampingi adiknya I Made Juwita yang juga sebagai anggota DPRD Karangasem menambahkan, sebelum terjadi bencana wabah virus corona, usaha piberglass milik keluarganya, mempekerjakan tenaga lokal 20 orang, dan sekarang yang masih bekerja hanya dua orang, sisanya untuk sementara dirumahkan.

Untuk proses pengerjaan 1 unit speed boat lanjut Nyoman Suardana, memakan waktu 1 bulan,  untuk seluruh bahan diakui mendatangkan dari Surabaya. “Untuk harganya berpariasi mulai dari Rp. 150 juta hingga Rp. 250 juta per-unit, itu tergantung ukuran speed boat yang dipesan.  Saya berharap mudah – mudahan wabah ini segera berakhir, sehingga usaha ini kembali normal dan tenaga yang dirumahkan kembali bisa bekerja,” katanya penuh harap. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!