January 26, 2021
News

Ribuan Surat Suara di Bangli Ditemukan Cacat Produksi

BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Sebelumnya Proses penyortiran dan pelipatan surat suara yang ditargetkan KPU Bangli bisa tuntas selama dua hari,namun sampai hari ketiga Rabu (25/11/2020), nyatanya belum bisa selesai, kini masih berlanjut.  Dimana, sisa surat suara yang masih dalam proses pelipatan mencapai 20 persen. Meski demikian, petugas sudah menemukan sekitar 1.000-an surat suara yang cacat produksi. “Hari ini kita masih melanjutkan proses pelipatan surat suara. Kita pastikan sore ini, proses pelipatannya sudah selesai” ungkap Ketua KPU Bangli, I Putu Gede Pertama Pujawan saat ditemui di tempat penyortiran. 

Lebih lanjut disampaikan,proses pelipatan melibatkan 25 tenaga lipat dari warga sekitar untuk melipat sebanyak 195.916 surat suara dengan upah yang diberikan Rp. 75 per lembar. Lanjut Pujawan, selama 2 hari proses sortir dan lipat, pihaknya telah menemukan sekitar 1000-an surat suara yang cacat produksi untuk riilnya belum bisa dihitung karena masih dalam proses pelipatan.

“Memang kalau dilihat dari prosentasenya, kerusakan akibat berlubang, kusut, dan robek sangat kecil. Banyak kerusakan terjadi diakibatkan oleh adanya warna yang berbeda, tidak sesuai dengan dari yang telah disepakati Paslon. Karena itu, kerusakan yang terjadi kami masukkan dalam katagori cacat produksi. Kita akan segera merekap dan meminta pergantian kerusakan kepada pihak penyedia,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, setelah proses sortir dan lipat dilakukan, selanjutnya pihak KPU Bangli akan melakukan proses pengecekan kembali terhadap hasil kinerja para tenaga lipat. “Kita hitung dan cek lagi serta akan kita lanjutkan untuk proses seting dengan melibatkan PPK dan PPS yang ikut mengecek kembali penyesuaian jumlah sesuai dengan DPT. Pengecekan secara berlapis kita terapkan, karena prinsip pengelolaan logistik adalah tepat jumlah. Kami tidak menginginkan nanti surat suara maupun dokumen lain yang akan dimasukkan ke dalam kotak ada yang kekurangan,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com-Tim-AgungNatha.

Facebook Comments