January 26, 2021
News

Anak-Anak adalah Aset Bangsa, Ny Putri Koster Ajak Jaga Anak dari Serangan Stunting

PEMPROV BALI (CAHAYAMASNEWS). Ketua TP PKK Prov Bali Ny Putri Koster berkesempatan menjadi keynote speaker dalam webinar Hari Kesehatan Nasional ke-56 dengan tema ‘Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Stunting’, Denpasar, Rabu (25/11). Dalam acara yang juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan dr Ketut Suarjaya dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Putu Anom Agustina, Ny Putri Koster mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah stunting sejak dini.

“Kita bisa mulai dari diri sendiri dulu, terutama untuk kalangan remaja. Jika melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat-red) terlebih dahulu itu akan memberikan dampak prositif untuk jangka panjang, dan juga bisa memberikan efek positif untuk keturunan kita kelak,” ujarnya. Dalam hal ini peranan orang tua sangat diperlukan, khususnya dalam menjaga perilaku hidup bersih dan asupan bergizi sejak bayi dalam kandungan, demi menjaga kesehatan janin dan upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Para orang tua juga bisa membekali putra putri mereka yang masih remaja untuk mengambil peranan dalam upaya pencegahan stunting bagi keturunan mereka kelak,” imbuhnya dalam webinar yang juga dihadiri oleh kader PKK kab/kota serta desa seluruh Bali. Ny Putri Koster menyatakan bahwa keberlangsungan bangsa dan negara ke depan bergantung pada generasi penerus yang tidak hanya sehat fisik dan rohani, namun juga berahlak serta cerdas. Dan fenomena stunting merupakan penghambat atas tujuan utama tersebut. “Jadi di sini semua orang berperan dalam memajukan bangsa dan negara kita ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga mengapresiasi langkah-langkah posyandu dalam menjaga kesehatan Bayi dan Balita. Meskipun di tengah pandemi yang melarang kegiatan berkerumun, kader posyandu tak lelah mengunjungi warga untuk memeriksa kesehatan bayi dan balita. “Saya sangat berterima kasih atas pengabdian para kader posyandu. Ke depan mungkin pemerintah desa bisa berkoordinasi dengan posyandu setempat agar mengalokasikan APBDes untuk kegiatan pemenuhan gizi anak dan balita,” tambahnya seraya mengatakan akan mengajak kader-kader PKK dan Posyandu di seluruh desa untuk terus berupaya melakukan edukasi untuk mengurangi angka stunting.

Sementara Kadis Kesehatan dr Suarjaya mengatakan jika indikator kesehatan untuk anak-anak adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita, berikutnya menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembagan anak yang terjadi sejak masih dalam kandungan. “Pertumbuhan meliputi bertambahnya ukuran anak secara fisik, sementara perkembangan berkaitan dengan perubahan kognitif berupa bertambah pintar dan spiritual. Jadi stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan mental,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Putu Anom Agustina juga menekankan pentingnya peranan masyarakat Desa dalam mencegah stunting. Menurutnya sesuai dengan Permendagri No. 18 tahun 2018 dalam sinerggi pencegahan stunting, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) mempunyai peranan seperti peningkatan peran Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan Anak, serta memfasilitasi kegiatan TP PKK dalam kegiatan pembinaan kesehatan masyarakat.

“Hal lainnya adalah melakukan pembinaan, pengawasan dan memfasilitasi penganggaran dalam APBDes , termasuk mendorong, optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan pemberdayaan seperti peningkatan kulitas dan akses pelayanan dasar dan pencegahan stunting,” jelasnya seraya menambahkan, prioritas dana desa tahun 2021 salah satunya sesuai dengan program prioritas nasional diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa yaitu penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting. *** Cahayamasnews.com/Hms-Tim.

Facebook Comments