November 8, 2026
News

Siklus Tahunan Kembali Terjadi di Danau Batur “Air Menghijau Disertai Semburan Belerang

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Fenomena alam tahunan kembali terjadi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Dimana, sejak Minggu (28/02/2021) pagi kemarin, air permukaan  Danau Batur  yang semula  berwarna bening kini tampak menghijau. Peristiwa ini diduga sebagai dampak  perputaran sirkulasi air permukaan dengan dasar, yang seringkali disertai semburan belerang dari  dasar danau  Batur. Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma saat dikonfirmasi, Minggu (28/02/2021), membenarkan adanya peristiwa tersebut, Dikatakan, fenomena alam  tersebut merupakan siklun tahunan  (up welling)  di Danau Batur.

“Up welling adalah peristiwa pertukaran (sirkulasi ) air di permukaan dengan di dasar danau, yang diakibatkan oleh arus angin. Peristiwa ini disamping ditandai air danau menjadi kehijauan, juga sering diiringi dengan semburan belerang di beberapa titik,” ujarnya. Disebutkan, bila semburan belerang nanti diabang batas (besar) dan berlangsung lama  maka kemungkinan besar akan disertai dengan kematian ikan dan biota  dalam perairan. “Fenomena ini terpantau sejak pagi. Pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) tidak berani mendekat, karena angin bertiup kencang,” katanya.

Disinggung tentang adanya semburan belerang, jelas dia, pihaknya belum bisa memastikan. Pasalnya,  angin kencang yang disertai hujan deras masih terjadi di seputaran Danau Batur. “Sesuai laporan yang kami terima petani belum ada petani yang berani turun karena cuaca masih buruk. Padahal banyak ikan di KJA mereka banyak terjebak karena jaring tersangkut sebagai dampak terjangan angin kencang,” katanya. Terkait degan  adanya kematian ikan, kata dia, sejauh ini belum ada laporan. Namun demikian, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dengan sosialisasi ke   masyarakat, melalui surat edaran  maupun oleh penyuluh perikanan serta melakukan pengamatan up date   kondisi danau oleh penyuluh  perikanan.

“Hari ini kami akan menurunkan tim untuk memeriksa indicator-indikator pencemaran perairan,” kata Sarma. Saat ini ada sekitar 9.300 plong KJA di Kawasan Danau Batur. Terkait hal ini, kami dari OPD yang menangani urusan perikanan sudah melakukan langkah antisipasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat, melalui surat edaran maupun oleh Penyuluh Perikanan melakukan pengamatan up date kondisi danau oleh Penyuluh Perikanan dan besok (hari ini red) kami akan menurunkan tim untuk memeriksa indikator pencemaran perairan”Untuk di ketahui di Danau Batur ada sekitar 9.300 plong KJA ukuran 4 x 4 meter, dimana dari data tahun 2020 produksi ikan nila dari Danau Batur mencapai 4.328 ton,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com-NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!