
Harga Cabai Rawit di Bangli Tembus 120 Ribu Per Kilo
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Kenaikan harga pangan di Kabupaten Bangli menjelang Hari Kenaikan harga cabai rawit merah di Kabupaten Bangli kian tak terbendung. Dari hasil monitoring disejumlah pasar tradisional yang dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, saat ini harganya tembus Rp 120 ribu per kilo. Salah satu penyebabnya diduga karena faktor cuaca ekstrim yang menyebabkan produksi cabai menurun hingga 50 persen.
Pasalnya, hujan berpeluang besar pada merosotnya produksi. Kondisi ini memaksa petani cabai untuk mengeluarkan biaya perawatan tambahan, karena di musim hujan seperti ini, pohon cabai banyak daunnya kriting dan buahnya membusuk dan rontok Hal ini diakui Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, saat ditemui Senin (08/03/2021). “Dari hasil monitoring kami di Pasar Singamandawa, Kintamani, saat ini harga cabai rawit merah tembus 120 ribu per kilo. Kenaikan terjadi dari tiga hari terakhir, awalnya Rp 110 ribu sekarang naik lagi 10 ribu menjadi 120 ribu,” ungkapnya.
Disebutkan, harga yang sama juga terjadi di Pasar Kidul dan Pasar Kayuambua. Sedangkan di Pasar Kidul, harga cabai rawit merah dari hari kemarin juga sudah 120 ribu. Rata-rata harganya memang segitu. Untuk ditingkat petani, diperkirakan harganya sudah mencapai 100 ribu hingga 110 ribu. Sementara untuk cabai besar, karena kebutuhannya lebih sedikit, meski terjadi kenaikan namun tidak semahal cabai rawit. Dimana, harga cabai besar saat ini naik Rp. 10 ribu per kilo dari tiga hari sebelumnya Rp. 30 ribu kini menjadi Rp 40 ribu per kilo,” jelasnya.
Penyebabnyai, secara umum karena adanya hukum pasar yang dipicu antara ketersedian dan permintaan tidak sebanding. “Persedian menurun salah satunya disebabkan faktor cuaca. Dampak cuaca ekstrim dan adanya serangan penyakit menyebabkan penurunan produksi mencapai 50 persen. Banyak cabai petani menjadi rontok,” katanya
Bahkan Sarma memperkirakan, mahalnya harga cabai ini akan kembali meningkat jelang hari Raya Nyepi dan Galungan. Dampaknya, lanjut Sarma, komuditas lain seperti bawang juga diyakini akan mengalami kenaikan. “Termasuk harga daging babi, kemungkinan akan semakin naik hingga hari raya Galungan. Nah, setelah Galungan baru akan turun, seiring dengan bertambahnya populasi dan berkurangnya kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Tindak lanjut dari itu, operasi pasar direncanakan akan dilakukan untuk menstabilkan harga, tentunya dengan melibatkan instansi terkait. Sebab, pihaknya memperkirakan harga cabai dimungkinkan baru akan turun bulan Mei mendatang, seiring akan redanya curah hujan dan petani sudah mulai melakukan pola tanam,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT









Facebook Comments