
Pelaksanaan Tawur Kesange Nyepi Tahun Saka 1943 Disesuaikan SE Bersama, Bupati Gede Dana Ajak tetap Disiplin Taati Prokes
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Karangasem, telah mengambil langkah-langkah dalam menekan pertumbuhan covid-19, termasuk dalam pelaksanaan upacara Tawur Kesange rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1943. Sementara Bupati Karangasem I Gede Dana mengajak masyarakat untuk tetap disiplin mentaati protokol kesehatan, sehingga mata rantai wabah mematikan ini bisa segera diputus.
Saat dikonfirmasi Ketua PHDI Karangasem Ni Nengah Rusti seusai rapat di wantilan kantor bupati terkait pelaksanaan Tawur Kesange menyampikan, kepada umat Hindu bahwa pelaksanaan Tawur Kesange Nyepi Tahun Saka 1943 itu dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Parisada Provinsi Bali, kemudian SE Parisada dan MDA Bali juga seruan bersama majelis agama dan keagamaan. Dan SE itu telah dibahas tanggal 9/3/2021.
Dalam pembahasan tersebut disepakati untuk melaksanakan SE tersebut sesuai dengan aslinya pada pelaksanaan Tawur Kesange, yakni ditekankan satu tentang pelaksanaan pengerupukan tidak boleh menyalakan petasan atau kembang api dan mengarak ogoh – ogoh. “Kami dari Parisada sangat antisipasi dimana supaya jangan sampai percaya bahwa ada istilah simpeng Nyepi tiga hari, itu memang tidak ada. Jadi tetap 1 hari dari pukul 06 pagi tanggal 14 Maret 2021 sampai dengan pukul 06 besoknya tanggal 15,” ujarnya seraya mengajak masyarakat untuk senantiasa mentaati dan melaksanakan SE tersebut didasari dengan kesadaran penuh.
Semetara Bupati Karangasem I Gede Dana menyampaikan, pada Hari Raya Nyepi upacara tetap dijalankan. “Saya berpesan dalam pelaksanaan Tawur Kesange Nyepi tetap melakukan Prokes dengan disiplin. Kami berharap mudah-mudahan masyarakat Karangasem ini terhindar dari segala penyakit selama covid-19 masih terjadi dan salam Rahayu untuk masyarakat Karangasem,” katanya. *** Cahayamasnews.com/Tim-01.









Facebook Comments