September 10, 2026
News

Harga  Labu Siam Meningkat, Petani Kecewa Serangan Lalat Buah

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Labu siam atau jipang kalau di Bali dikenal dengan nama jepang adalah tumbuhan sukulabu-labuan yang dapat dimakan buah dan pucuk mudanya. Tumbuhan ini merambat di tanah atau agak memanjat dan biasa dibudidayakan di pekarangan maupun di tegalan. Buah menggantung dari tangkai. tamanan labu siam banyak ditanam di daerah Kintamani khususnya Desa Pinggan .Petani maupun  Desa sekitarnya. Bayang-bayang kerugian  kini menginggapi petani labu siam (jepang) di Desa Siakin Kintamani.  Pasalnya sejak beberapa bulan terakhir ini serangan lalat buah makin ganas. Akibatnya, buah labu siam petani membusuk, malahan lalat ini juga menyerang batang tanaman sehingga tanaman menjadi layu. 

Salah seorang petani I Nyoman Sumantra saat dikonfirmasi, Kamis (11/03/2021) memebanarkan kalau petani labu siam di Desa Siakin kini dihinggapi rasa cemas. Pasalnya, serangan lalat buah belakangan ini makin ganas menyerang tanaman labu siam. “Biasa jenis lalat buah ini menyerang tanaman jeruk, namun belakangan ini mulai menyerang tanaman labu siam,” ujarnya. Menurut dia, meningkatnya serangan lalat buah ini diakibatkan oleh tingginya curah hujan, sehingga menyebabkan kelembaban lahan labu siam tinggi. Akibatnya, lalat buah begitu tumbuh subur dan makin ganas. “Banyak petani yang sampai membabat tanaman labu siamnya, karena ulat ini menyerang batang tanamann” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Kadisdukcapil ini menyebutkan, sejatinya berbagai upaya telah dilakukan petani untuk  menangkal serangan ulat buah ini. Seperti memasang perangkap  lalat. Disamping itu, ada juga petani yang tidak melakukan pemangkasan daun agar tanaman rimbun sehingga lalat buah sulit masuk. Namun sayang, cara ini justru menimbukan efek lain, dimana karena terlalu berat membuat  rumah rambatan  jepang ini roboh. “Kalau saya mencoba dengan memasang tetro genol, namun tidak efektif,”akunya.

Disinggung kerugian, kata dia,  cukup besar.  Dia kemudian untuk lahannya sendiri yang tidak begitu luas, dalam seminggu kalau situasi normal bisa melakukan panen sebanyak 3 kali.  Dimana, sekli turun  bisa mendapatkan penjualan Rp. 1. 200.000. Berati kalau dalam sebulan bisa panen 3 kali  berati total penjualan Rp. 3.300.000 dalam seminggu. “Kalau lahan petani yang lebih luas kan lain lagi. Karena harga labu siam saat harganya naik, dalam satu kresek merah laku terjual Rp. 30 ribu,” ungkapnya.

Sementara  Perbekel Siakin  I Gede Desi dikonfirmasi terpisah membenarkan serangan lalat buah di Desa Siakin mengganas, hampir semua tanaman labu siam petani di Desa Siakin diserang, cuma itensitas anatara petani yang satu dengan lainnya berbeda.  Lalat  buah ini tidak saja meyerang buah jepang namun juga menyerang batang tanaman. “Serangan ini memang rutin terjadi setiap tahun saat musim penghujan,”katanya.

Diakui serangan lalat buah ini mengakibatkan kerugian cukup besar di kalangan petani.  Apalagi harga jepang saat ini sedang melonjak. Jelasnya, harga labu siam  saat ini di pasaran mencapai Rp 125 ribu per 200 biji. Karena serangan lalat buah ini, para pengepul yang menjual Jepang ke luar daerah kesulitan untuk mendapatkan buah jepang. Makanya pegiriman buah jepang ke luar daerah jadi terhenti,”. Kenaikan harga ini dipicu sedikitnya buah labu yang dihasilkan petani lantaran diserang lalat emas, dari bunga hingga buah yang masih muda sehingga menjadi busuk,” jelasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!