
Air Danau Batur Diolah Jadi Air Minum Kemasan
BANGLI (CAHAYAMASNEWS). Sebagai kawasan daya tarik wisata khusus (KDTWK) dan termasuk bagian Batur Global Geopark, Danau Batur yang berada di Kecamatan Kintamani, Bangli, merupakan kawasan strategis berdasarkan kepentingan sosial budaya dan kawasan strategis untuk kepentingan fungsi serta daya dukung lingkungan hidup. Namun ditengah beragam potensi yang dimiliki Danau Batur, baik dalam bidang ekonomi, ekologi, dan sosial budaya.
Guna memanfaatkan air danau, Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark (BUGG) melakukan pilot projek yakni mengolah air Danau Batur untuk menjadi air kemasan. Untuk pengelohan air menggunakan sistem Reverse Osmosis. Menurut Direktur Badan Pengelola Pariwisata BUGG, Gede Wiwin Suyasa Selasa (20/4) mengatakan ada beberapa pertimbangan pengembangan produk air dengan memanfaatkan air danau batur untuk layak dikonsumsi, yakni guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat khususnya di sekitar Danau Batur.
“Kualitas air Danau Batur yang dikatakan dibawah baku mutu air bersih, makanya kami olah air danau tersebut menjadi air layak konsumsi dengan teknologi moderen,” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan, untuk bisa merubah kualitas air danau digunakan sistem reverse osmosis. Reverse osmosis atau RO merupakan metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan. Kemudian untuk dapat mengoperasikan sistem RO ini memanfaatkan sinar matahari melalui panel surya.
Disinggung untuk proses awal dari pilot projek ini, diawali dengan mengidentifikasi iradiasi (paparan matahari) dan kondisi air danau melalui uji laboratorium. Uji laboratorium dilakukan di laboratorium Provinsi Bali. “Untuk kegiatan ini kami bekerjasama dengan SUN Energy Jakarta. Kemudian lokasi produksi di wilayah Desa Buahan. Air yang sudah melalui proses RO layak konsumsi dan sudah melalui uji coba,” jelasnya.
Tahap awal produksi air tersebut belum terlalu banyak. Namun kedepanya ditarget air diproduksi dalam jumlah banyak dan dapat dikomersilkan. Air yang sudah melalui proses RO layak konsumsi ini besok Rabu (21/4) akan kita bagikan sebanyak 80 galon kewilayah 15 Desa dikawasan Wikangdanu. Wiwin mengakui jika pihaknya tidak memiliki anggaran, investasi alat ini akan dikompensasikan dengan hasil subsidi silang produksi air minum. Dimana sebagian untuk masyarakat tidak mampu dan upacara, sebagian lagi untuk dijual dalam bentuk air minum dalam kemasan (AMDK). “Jika diakumulasi anggaran untuk penyediaan alat hingga proses produksi mencapai Rp 900 Juta”katanya
Sementara itu, engineer pilot projek photovoltaic reverse osmosis, Laras menjelaskan untuk pengelolaan air Danau Batur hingga siap konsumsi melalui proses penyaringan. Proses awal, air Danau Batur dimasukan dalam tandon. Kemudian air masuk dalam pipa melalui proses penyaringan. Penyaringan tersebut menggunakan pompa embran RO. “Dalam prosesnya, alat mampu menyaring ion logam yang terkandung dalam air danau,” jelasnya.
Lanjut diterangkan, air yang sudah melalui proses penyaringan kembali di pilihan secara otomatis. Air yang tidak layak konsumsi akan masuk dalam pipa pembuangan. Sedangkan air yang layak konsumsi akan masuk ke dalam penampungan berbahan stainless. “Air yang tidak layak akan masuk pipa yang tersambung hingga ke tanah dan air tersebut langsung bisa digunakan untuk menyiram tanaman,” terangnya. *** Cahayamasnews.com/Tim-NT.









Facebook Comments