
Minta Penjelasan Direktur Terkait Air Mati, Warga Banjar Dinas Bukit Tengah Datangi Perumda Tirta Tohlangkir
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Warga Banjar Dinas Bukit Tengah, Desa Bukit Kecamatan Karangasem, tadi pagi (29/4/2021) memdatangi kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem yang sebelumnya disebut PDAM. Warga yang terdiri 4 orang di kordinator oleh Kadek Sudarma bersama warga lainnya mendatangi dan diterima langsung oleh Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi di dampingi beberapa stafnya.
Warga Banjar Dinas Bukit Tengah itu, mengeluhkan air sering mati (tidak mengalir) sejak beberapa bulan terakhir dan pada Hari Raya Kuningan air mati. Sudah dari 4 atau 5 harian air tidak datang, dan ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Ada salah satu warga menyampikan kami mendapatkan air mengalir dari pukul 11 malam hingga pagi jam 5 terangnya. Saat dikonfirmasi Kadek Sudarma sengaja mendatangi Perumda Tirta Tohlangkir ketemu Direkturnya meminta penjelasannya, sebab dia mengakui belum puas dengan keterangan apa yang disampaikan di media.
Apalagi pihak direktur menawarkan air tangki jika warga mengalami keluhan air mati. Namun ada beberapa warga menanyakan apakah air yang nanti dikirim airnya bersih dan aman. Sementara Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai direktur, ini baru pertama kali ada warga menyampaikan keluhannya terkait pelayanan yang diberikan. “Saya sebagai direktur beserta staf menyampikan terima-kasih, ini yang kami butuhkan sebagai bahan evaluasi ke depan bisa lebih baik dalam memberikan pelayan kepada pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir di Kabupaten Karangasem,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum kuningan memang air menuju bukit melalui pipa di Penaban sampai Balepunduk, sempat ditutup oleh unit Abang karena ada permintaan warga yang mengadakan upacara besar (ngenteg linggih), namun sekaramg airnya telah dialirkan sampai di watermeter, dan sudah dicek oleh petugasnya.
“Mengingat posisi Desa Bukit berada di wilayah dataran tinggi, maka memang sering terganggu airnya. Di samping juga terganggunya pelayanan di wilayah Bukit dikarenakan masih adanya pengaturan valve di sumber mata air Belegondang yang mengalirkan air ke wilayah Bukit. Terkait air di sumber mata air Belegondang memang benar dalam seminggu valve-nya diatur pada waktu pemompaan dari sumber mata air ke reservoir Tanah Lengis.
“Kami siap melayani 24 jam, jika warga sebagai pelanggan memiliki kendala, bila air mati kami siap mengirimkan air tangki, tinggal menghubungi kami dan siap di antar, siapa pun warga yang membutuhkan sekali lagi kami siape ngirim air tangki. Perlu dijelaskan jika warga tidak sebagai pelanggan kami juga siap membantu air bersih, baik keperluan acara seperi upacara ngaben, odalan di pura, tentu dengan mengirim surat yang di ketahui oleh desa,” terangnya seraya mengaku bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut. *** Cahayamasnews.com/Tim-01









Facebook Comments