News

PELIBATAN PERAN PEREMPUAN BALI DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

CAHAYAMASNEWS.COM. Pemerintah Provinsi Bali sejalan dengan tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan berupaya untuk meningkatkan pelibatan peran perempuan sebagai lokomotif penggerak perekonomian lokal dalam upaya bangkit dari dampak pandemi COVID-19. Upaya nyata dilakukan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, terutama kaum perempuan melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, LSM, masyarakat, serta perguruan tinggi. Penguatan kerja sama ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan eksistensi perempuan terhadap akses menuju sumber daya ekonomi produktif dengan berbasis kearifan lokal Bali.

Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka Universitas Pendidikan Ganesha melalui kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Riset Teknologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Institut Teknologi Bandung, berupaya untuk menggerakan kaum perempuan dengan cara memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sentuhan teknologi, namun juga tetap mempertahankan kualitas produk yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Beranjak dari upaya menggerakkan kaum perempuan, melalui lensa pemberdayaan yang dirasakan dalam upaya kewirausahaan, maka disamping sumber daya ekonomi dan pengetahuan minimum yang diperlukan, upaya wirausaha perempuan secara langsung terkait dengan kompetensi untuk melakukan tugas-tugas yang terkait dengan bisnis dan dampak yang dihasilkan. Apabila perempuan tidak mengalami hambatan apapun  dalam  memasuki  pasar  tenaga  kerja, angka  kemiskinan  akan  berkurang.

Sementara itu, dengan memperluas akses peluang pekerjaan bagi perempuan dapat meningkatkan pemberdayaan bagi perempuan dan anak perempuan, serta ditundanya usia pernikahan dan melahirkan bagi perempuan. Terbukti, hal tersebut memiliki efek pengganda, serta membantu mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi secara menyeluruh. Begitu juga memastikan akses universal ke kesehatan seksual dan reproduksi. Saat ini ada lebih banyak perempuan masuk dalam jabatan publik daripada sebelumnya, yang kemudian berkontribusi dalam memperkuat kebijakan.

Sebagai masyarakat Bali yang banyak mempunyai adat istiadat dalam lingkungannya, menuntut rumah tangga mengeluarkan pendapatan yang lebih dari kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga ibu rumah tangga banyak yang masuk ke dalam pasar kerja. Program peningkatan peranan perempuan perlu menjangkau semua kelompok perempuan, dan pemberdayaan terhadap ekonomi kerakyatan harus dilakukan secara aktif oleh seluruh komponen, baik itu UMKM di sektor industri kreatif, agriculture, maupun sektor lainnya dengan tetap berpijak pada filosofi Tri Hita Karana.

Sifat tradisi dan kehidupan masyarakat di Bali pada umumnya penuh diliputi oleh upacara keagamaan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi. Adanya konsep Tri Hita Karana yaitu, tiga hal yang diyakini dapat memberikan kebahagian dalam kehidupan, sehingga bila dijalani dengan keselarasan akan tercipta keharmonisan yang dalam implementasinya dapat membentuk karakter masyarakat Bali yang peduli akan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), dan manusia dengan lingkungan (Palemahan).

Melalui penguatan UMKM di sektor produktif juga diharapkan dapat menciptakan harmonisasi dalam kreativitas dan menciptakan keunggulan bersaing. Perlunya strategi pemasaran agar dapat memenuhi selera konsumen, agar berdaya saing, namun kekhasan budaya lokal harus tetap dipertahankan, sehingga mampu memberi nilai tambah dan keunikan bagi masyarakat Bali serta dapat memenangkan persaingan baik lokal, domestik maupun internasional. *** Penulis : I Gusti Ayu Purnamawati (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha).

Facebook Comments