November 3, 2026
Bali

Kenapa Umat Hindu Meyakini Segara adalah Tempat Suci…?

Oleh : Ni Nengah Rasmiati S.Ag.M.Pd.H

MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Pura sebagai tempat suci, diawali proses sakralisasi, sehingga layak menjadi tempat suci. Ada tempat suci yang diyakini tanpa melalui prosesi sakralisasi seperti : Gunung,  Segara, Danu, Klebutan atau Campuhan. Segara adalah tempat bermuaranya sungai yang mengalir dari daratan. Seberapa besar air sungai yang tawar, setelah bertemu dengan air laut, akan terasa asin. Segara adalah tempat suci secara alamiah, tanpa proses sakralisasi dan diyakini kesuciannya. Dalam Adi Parwa, ketika pemutaran Mandara Giri, terlahirlah air kehidupan (Tirtha Amertha) merupakan sumber kehidupan (amertha).

Segara sebagai tempat pembersihan dan penyucian kekotoran diri dan alam semesta. Segara atau Udharsam merupakan tempat berkumpulnya air kehidupan. Di Segara berstana Prabhawa Brahman yang bergelar Dewa Baruna, sinar suci Tuhan penguasa lautan atau samudera dan meletakkan hukum universal.  Dalam Lontar Purana Bali, Segara salah satu dari Sad Kertih, yakni Segara Kerti; ajaran yang mengingatkan umat manusia untuk senantiasa menjaga kelestarian Segara.

Pura Segara merupakan pura Swagina / pura fungsional yang pengemponnya berprofesi sebagai Nelayan sebagai tempat pemujaan kepada Tuhan untuk memohon agar umat termotivasi secara spiritual untuk senantiasa melestrikan Segara. Dari Segara, air menguap menjadi mendung, mendung yang turun menjadi hujan ditampung oleh hutan dan pegunungan, air itu terus menjadi sumber terwujudnya danau.

Dalam Bhagawadgita : III, 15 menyebutkan :

Annad bhawati bhotani

Parjanyad anna sambhawah

Yajnyad bhawati parjanya

Yajnyah karma samudbhawah

Artinya :

Adanya mahkluk hidup karena makanan,

Adanya makanan karena ada hujan,

Adanya hujan karena yajnya,

Adanya yajnya karena ada karma.

Dari sastra suci ini mengajarkan kepada kita untuk memelihara dan merawat kebersihan dan kesucian Segara, demi kelangsungan hidup kita bersama. Jadi Segara memiliki dua fungsi, pertama yakni untuk melenyapkan segala kekotoran, baik sekala maupun niskala dan sebagai sumber amertha, air kehidupan. Marilah kita jaga kebersihan dan kesucian Segara. *** Cahayamasnews.com=Tim/.

Penulis Penyuluh Agama Hindu di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Badung.

Facebook Comments

error: Content is protected !!