November 3, 2026
News

Dampak Pasar Hewan Kayuambua Pemkab Bangli Kehilangan Rp. 33 Juta 

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Pasca ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua,  Desa  Tiga, Kecamatan Susut, Bangli hingga kini masih ditutup sebagai akibat merebaknya kasus Penyait Mulut dan Kuku (PMK)  di Bali. Pasca ditutup 5 Juli lalu, hingga saat ini belum ada informasi jelas terkait pembukaan pasar hewan tersebut. Hal itu diungkapkan Humas Satgas Penanggulangan PMK Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Kamis (25/8/2022).

“Pasar Hewan Kayuambua sampai saat  ini belum dibuka karena masih menunggu rekomendasi dari Satgas Propinsi Bali. Sesuai arahan yang diterima Satgas Kabupaten Bangli, pasar hewan akan di dibuka setelah ada rekomendasi dari Satgas Propinsi Bali,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, akibat penutupan pasar hewan Kayuambua, pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi pasar hewan selama hampir dua bulan terakhir menjadi hilang. Sesuai data yang diterima dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, diestimasi pendapatan yang hilang dari  penutupan pasar hewan Kayuambua sejak 5 Juli sampai menjelang akhir bulan Agustus sekitar Rp 33.320.000.

“Dalam sekali pasaran rata-rata penerimaan daerah yang hilang dari Pasar Hewan Kayuambua mencapai Rp. 1.960.000,” sebutnya.

Selain kehilangan pendapatan dari pasar hewan, kata dia, merebaknya PMK juga mengakibatkan kerugian masyarakat. Yang mana harga jual ternak mejadi murah. Harga jual ternak warga yang terpapar PMK menjadi jeblok. Karena ada pengurangan harga terhadap pembelian sapi di delapan kasus yang terpapar PMK untuk dilakukan pemotongan.

Disinggung vaksinasi, kata jelas Kadis Komimfo ini, sampai saat ini masih terus menggencarkan vaksinasi PMK di kabupaten Bangli. Dimana, vaksin dosis I telah menyasar sebanyak 22.172 ekor sapi dan vaksin dosis 2 sebanyak 6.699 ekor sapi.

“Berdasarkan perencanaan awal, dua desa yang terpapar PMK yang diperluas dalam radius tiga kilometer kita prioritaskan dilakukan vaksinasi,” jelasnya.

Selain itu, belakangan ini desa yang populasi sapinya sangat tinggi di luar radius tiga km, juga telah disasar vaksinasi. Yakni, Desa Pengiangan dan Desa Tiga, Kecamatan Susut. Sementara bagi desa lainnya, program vaksinasi baru akan dilakukan jika ada pengaduan dari masyarakat. *** Cahayamasnews.com=Tim=Agung Natha.

Facebook Comments

error: Content is protected !!