November 3, 2026
News

Diguyur Hujan, Ribuan Krama Ikuti Prosesi Mapepada Agung  Serangkian Puncak Karya  di Pura Tuluk Biyu Batur

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Walaupun hujan deras mengguyur Desa Batur,K intamani prosesi Mapepada Agung di Pura Tuluk Biyu Batur Kintamani, serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat tahun 2022 terus berlangsung. Ribuan krama mauun pemedek mengikuti Senin (10/10/2022).

Prosesi tersebut  digelar serangkaian pelaksanaan Puncak Karya Ngusaba Kapat yang jatuh pada rahinan Purnamaning Kapat  setelah dua tahun tidak  dilaksanakan karena kondisi covid 19. Mapapada Agung yang dimulai pada pukul 15.00 wita diawali dengan pelaksanaan bhakti penyambleh.dilanjutkan kemudian iring-iringan kober, umbul-umbul dan pralingga Ida Bhatara.

Prosesi mepapada agung juga diiringi oleh 15 sekaa gong dan sekaa tarian baris berjalan menyelusuri jalan utama sepanjang dua kilometer ke arah Selatan dan kemudian berputar ke arah Utara. Dari arah Utara desa iring-iringan kemudian kembali ke areal sebelum kemudian dilanjutkan dilaksanakan bhakti pengusaban. Dane Jero Kelodan Pura Teluk Biyu Batur didampingi Ketua Panitia Karya Ketut Sudana saat ditemui di sela-sela upacara menjelaskan, adapun makna dari proses mepepada agung ini pada intinya adalah sebagai wujud syukur umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugrahnya yang diberikan kepada umatnya.

Dijelaskan juga dalam prosesesi mapapada agung Ida Bhatara yang diiring memargi ke tangun desa tedun (turun) macecingak untuk memberikan kemakmuran bagi umatnya. Dikatakan pula dalam Puncak Karya Ngusaba ini hanya 2 ekor kerbau, 2 kambing, 6 babi dan upakara pebangkit. Ditanya mengapa dua, Sudana menjelaskan, karena yang berstana di Pura Tuluk Biyu yakni Ida Bhatara Siwa dan Ida Bhatara Sri.

“Tujuan dilaksanakan upacara Medewaseraya yakni untuk memohonkan ke hadapan-Nya agar alam semesta beserta isinya dianugrahi kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan dunia,” jelasnya.

Sesuai adat di Desa Pakraman Batur, seluruh prosesi serangkaian Karya Ngusaba Kapat di Tuluk Biyu Batur dipuput oleh Dane Jero Kaleran dan Kelodan, Dane Jero Balian makalihan dan Dane Jero penyarikan mekalihan. Ida Bhatara Nyejer dari tanggal (10/10) hingga mesineb (18/10/2022) dirangkaikan dengan ngaturang bhakti pepranian, Ida Bhatara-Bhatari katurang bakti penyineb, bakti nuek bagia dan mendem bagia pula kerti.

“Kenapa yang muput Dane Jero Kaleran dan Kelodan, Dane Jero Balian makalihan, hal ini memang sudah dilakukan turun-temurun sebagai adat Bali Mula, jika ada Ida Ratu Pedanda yang berniat ngayah mapuja dipersilahkan,” katanya.

Lanjut disampaikan, Dane Jero Kelodan dalam kesempatan ini berharap kepada para umat Hindu di manapun berada, dalam kesempatan ini jika tak ada halangan untuk pedek tangkil ngaturan bakti sebagai ucapan syukur atas karunianya agar diberikan kedamaian dan kesejahteraan serta kerahayuan.

Serangkaian acara Soma Paing Menail (11/10) Wayon Agung Mapapada Pendek, Bakti Penganyar Kabupaten Badung dan Gianyar. Buda Umanis Dukut (12/10) Wayon Alit dan Bhakti Penebeng, Bhakti Pengider Bhuana, Bhakti Penganyar Kabupaten Jembrana. Werespati Paing Dukut (13/10) Bhakti Penganyar Kabupaten Klungkung.Sukra Pon Dukut (14/10) Bhakti Penganyar Kabupaten Tabanan.

Saniscara Wage Dukut (15/10) Bhati Penganyar Kabupaten Buleleng. Redite Kliwon Watugunung (16/10) Bhakti Penganyar Kabupaten Karangasem dan Kodya Denpasar, Soma Umanis Watugung (17/10 Bakti Penganyar Kabupaten Bangli. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!