
Diduga Lupa Matikan Dupa Sehabis Sembahyang, Ruko Lantai Dua Hangus Dilalap si-Jago Merah
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Diduga akibat lupa mematikan dupa sehabis sembahyang sebuah bangunan rumah/ruko lantai dua milik I Gusti Made Sumerta (65) di Jalan Jeruk, Lingkungan Tengah, Kelurahan Subagan, Karangasem, hangus terbakar, Senin, (24/10/2022) pukul 10.13 Wita. tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta. Petugas Pemandangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupatèn Karangasem melakukan respon cepat mengerahkan personilnya untuk memadamkan kobaran api tersebut.
Kepala dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, membenarkan telah terjadi kebakaran yang membakar sebuah bangunan rumah / ruko. Setelah menerima laporan warga setempat, personil pemadam langsung menerjunkan sepuluh personilnya untuk memadamkan api tersebut. Disamping petugas, juga dibantu olèh warga setempat. Dengan mengerahkan 4 unit armada dan menghabiskan 5.000 liter air dalam memadamkan kobaran api itu.
“Untuk sementara peristiwa itu diakibatkan karena kelalaian pemilik, dimana pemilik lupa mematikan dupa sehabis sembahyang. Diduga dupanya jatuh mengenai benda yang mudah terbakar. Atas kejadian ini pemilik diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp.35 juta,” ujar Nyoman Siki, sembari mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak lupa mengontrol sarana sembahyang terutama dupa untuk ditempatkan dengan baik.
Sementara itu, I Gusti Made Sumerta (65) pemilik bangunan, mengaku megalami kerugian puluhan juta akibat kejadian tersebut, mengingat di dalam ruko tersebut berisi beras, gula, dedak sandal, dan barang lainnya tersebut hangus terbakar.
“Sebelumnya tityang tidak memiliki firasat tidak baik, sehingga tidak menyangka akan terjadi kebakaran tersebut, sebab aktivitas (ngaturang canang) di pelangkiran tersebut sudah terbiasa dilakukan. Memang kalau sudah apes tidak bisa dihindari, dan memang sudah menjadi nasib tityang,” ujar Gusti Made Sumerta pasrah.
Pihaknya mengaku sangat berterimakasih kepada salah satu warga yang begitu melihat kepulan asap langsung berteriak minta tolong, sekaligus berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam, sehingga ruko yang menjadi tempat mengais rejeki tidak sampai ludes terbakar.
“Atas kejadian ini sedikitnya 1 ton beras terbakar, namun untuk masih bisa menyelamatkan 10 karung beras isi 25 kg,” imbuhnya. *** Cahayamasnews.com-Tim-01.









Facebook Comments