
“AURA KASIH”
“KEYAKINAN”
Oleh: I Ketut Murdana (Jumat: 16 Desember 2022)
BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Keyakinan adalah kepercayaan diri yang lahir, tumbuh dan berkembang dari segenap unsur, panca indriya, pikiran rasa yang bergerak semakin kuat terhadap “sesuatu”. “Sesuatu” merupakan obyeknya…yang merupakan pusat perhatian bisa berupa apa saja, misalnya profesi mewujudkan pasilitas kehidupan, pesawat terbang bisa terjadi akibat keyakinan bahwa “manusia juga bisa terbang”. Ilmu mistik menginspirasi bahwa manusia konon bisa terbang, tetapi tidak bisa mengangkut lebih dari satu orang, kereta Rahwana bisa terbang ke angkasa menerbangkan Dewi Sitha dari Hutan Ayodya ke kerajaan Alengka.
Bayangan atau inspirasi sebagai pemantik bagi orang-orang cerdas ingin mengejar narasi pengetahuan dan membuktikan kebenarannya dengan “keyakinan” dan prilaku analisis keilmuan fisika dan metafisika menjadi struktur keilmuan dan teknologi canggih hingga manusia bisa memperoleh jawaban berupa pesawat terbang. Proses itu memerlukan waktu, kecerdasan, tenaga, dana dan pengujian-pengujian mencapai kelayakan menuju kesempurnaan.
Akhirnya jawaban itu terjadi, sadar tidak sadar manusia tertentu memperoleh mimpi, tuntunan lalu mengejar terus mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan yang bisa memberi kepada dunia. Akibat semua itu bisa mudah dan cepat pergi ke mana-mana, bahkan ke bulan sekalipun. Itu artinya, “keyakinan” itu akan memperoleh “wujudnya” yang berguna. Dari bayang-bayang menjadi realitas indrawi, lalu bisa menjawab kebutuhan hingga menjadi peradaban dunia yang berguna
Bila dilihat dari sudut pandang keyakinan spiritual, bahwa sifat kemaha kuasaan Tuhan disitu hadir memberkati orang-orang yang membuka hatinya terhadap “bayang-bayang kebenaran” dan siap mengejar serta memperjuangkannya dalam “kurun waktu tertentu” hingga bisa mencapai kebenarannya. Demikian pula keyakinan tapa bagi Raja Bagiratha, untuk memohon pengampunan para leluhurnya dinasti Surya akibat kesalahannya, lalu memperoleh kutukan dari Rsi Kapila. Ratusan Tahun bertapa untuk menurunkan air suci Gangga ke bumi untuk melintasi hutan tempat abu bekas terbakar jasad leluhurnya.
Keteguhan tapanya menyenangkan Dewi Gangga, dan diberkati Dewa Brahma, tetapi berkat itu sangat membahayakan dunia, oleh karena itu Raja Bagiratha memuja Dewa Shiva agar berkenan mengendalikan air suci semesta Dewi Gangga terkendali turun ke bumi. Akibat keyakinan tapa yang teguh dan bermakna suci bhakti kepada leluhurnya, maka Dewa Shiva melalui rambutnya mengendalikan air surgawi turun ke bumi, lalu mengaliri tempat leluhurnya terbakar hangus akibat kutukan Maha Rsi Kapila yang amat suci.
Dua wujud kebenaran diatas yang bersifat pelayanan kehidupan material dan pelayanan hidup rohani adalah wujud kebenaran yang lahir dari keyakinan, hingga seseorang atau sekelompok orang teguh memperjuangkannya hingga akhir hayatnya. Kebenaran ini mendidik keyakinan kita semua agar bisa menteladani, memperjuangkannya hingga hidup bisa berguna bagi kebenaran jasmani dan rohani.
Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah “keteguhan keyakinan itu”, digoda sedikit saja sudah mengeluh, lalu ragu-ragu bahkan meragukan kemampuan dirinya, hingga kembali lagi pada jalan keraguan. Tidak mudah memang mengenali arah keyakinan dan keraguan. Lalu seringkali mencari jawaban pada sifat tamasika, akibatnya semakin tenggelam dalam keraguan. Waspadailah realitas tersembunyi dan halus ini, hingga keyakinan pada kebenaran Ilahi dan mengarahkan swadharma ke arah yang baik dan benar. *** Semoga menjadi renungan dan refleksi. Rahayu.









Facebook Comments