April 19, 2026
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“DHARMA” (Memahami, Melaksanakan dan Berupaya Memenangkan).

Oleh : I Ketut Murdana (Kemis : 5 Januari 2023)

Badung (Cahayamasnews.com). Dharma berarti sesuatu yang mesti dipegang erat-erat bagi setiap insan dalam kehidupan. Dharma kebiasaan, adat istiadat, agama, hukum, kewajiban, didalamnya terkondisi nilai-nilai kasih sayang, kewajiban, kebenaran, moralitas, susila dan prestasi karma dan seterusnya. Jadi Dharma itu  merupakan prinsip-prinsip yang utuh dan kekal (sanatana) yang menyangga alam semesta beserta segala isinya, menjadi satu kesatuan antara bagian-bagian dengan keseluruhannya, hidup atau mati, yang bergerak dan tidak bergerak  dan sejenisnya.

“Sesuatu yang menunjang dan mempersatukan seluruh alam beserta segala isinya disebut dharma”. Dharma mdicanangkan untuk menciptakan dan memberikan keutuhan hidup, menunjang dan memelihara. Melalui Dharma umat manusia dipertahankan. Dharma itu bukan merupakan aturan bikinan (artifisial), tetapi merupakan kaidah atau prinsip hidup yangn benar.

Ciri-ciri Dharma sama dengan ciri-ciri kebaikan atau prilaku kebaikan (achara). Melalui perbuatan mbaik itu Dharma diwujudkan, hingga mencapai kemenangan, akibat kemenangan itu mencapai kemasyuran, di dunia ini dan pada akhirnya menempati alam kedamaian abadi.

Para suci yang termasyur sejak jaman dahulu hingga kini, atau yang turun hadir di Zaman Kaliyuga ini, menggunakan Achara sebagai sumber dari semua “tapa” atau upaya-upaya pengendalian diri yang teguh. Dharma bukan sekadar prinsip-prinsip teoritik untuk kehidupan yang baik, tetapi penerapan dalam pelaksanaan yang sungguh, hingga mencapai kejayaan, duniawi dan kedamaian abadi.

Memaknai persoalan tersebut bahwa Dharma juga meliputi hasil dari perbuatan baik, dharmalah yang mengatur pahalanya, hingga disebut Dharma Raksata, Raksitah, perbuatan baik (Dharma) akan dilindungi oleh Dharma.  Landasan dari sanata Dharma adalah revalasi (Shruti). Didalam Dewi Bhagawata dinyatakan bahwa; dijaman Kaliyuga Dewa Wisnu merasuk ke dalam diri Bhagawan Wyasa menghimpun dan mengklasifikasikan Weda, menjadikan bagian-bagiannya, dengan tujuan menyempurnakan pengetahuan dan prilaku manusia agar memahami kesejatian dirinya.

Di jaman Kaliyuga ini manusia berumur pendek, daya kecerdasannya sangat terbatas, tentu saja memerlukan perjuangan yang super untuk perlahan memahami dan mampu melaksanakan Dharma. Memaknai cakupan Dharma yang amat luas nan universal itu, menjadikan seseorang penekun Dharma  berperilaku Sadhana, berpengetahuan material dan Spiritual lebih kuat dan sungguh-sungguh.

Achara dalam wujud ritual sudah amat bergaerah, akan menjadi semakin kuat dan yakin bila turut serta memasuki Jnana Yoga melalui: tapa, berata, yoga dan Samadhi, serta perlahan merefleksikan nilai-nilai kebenaran di dalam diri itu kepada masyarakat luas, hingga terkondisi kebahagiaan dunuawi, sebagai cikal bakal kebahagiaan sorgawi Semoga menjadi renungan dan refleksi. Rahayu.

Facebook Comments

error: Content is protected !!