September 10, 2026
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“KEYAKINAN DAN KEKUATAN”

Oleh : I Ketut Murdana (Selasa : 10 Januari 2023)

BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Keyakinan adalah kekuatan membayangkan “sesuatu” kebenaran tersembunyi, yang menyebabkan “sesuatu” menjadi kebenaran yang terindrawi. Alam semesta ini ada merupakan kebenaran yang terindrawi, tetapi memiliki rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Hingga bagi orang-orang suci, Filosuf, Seniman merupakan obyek studi yang tiada habis-habisnya (Cosmosentries). Itu artinya Alam Maha Agung. Kata Maha Agung adalah gambaran kuasa-Nya yang tak terbatas tak terjangkau, berarti ada rahasia tersembunyi atau juga disebut Misteri dari segala Misteri.

Mengejar misteri yang tersebunyi inilah “keyakinan” karma atau perbuatan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani yang selalu berkembang di dalam diri. Semuanya itu juga merupakan respon “tanda-tanda” yang merangsang orang-orang tersentuh untuk mengejar dan ingin terus menemukan.

Karma yang didorong niat ini, merupakan “wahana keyakinan”. Niat ini merupakan kekuatan yang “tersembunyi” ada di dalam diri setiap orang dalam kualitas yang berbeda-beda. Kualitas ini juga disebut “bekal kelahiran” atau “karma wasana”, menjadi pondasi spirit, yang akan berkembang sesuai hukum waktu dan kedewasaan karmanya.

Perbedaan kualitas ini mempengaruhi seseorang dalam upaya atau kekuatan seseorang mengejar suatu kebenaran yang diyakininya. Semuanya itu menjadi ragam profesi dan keberhasilan profesinya serta kualitasnya. Kualitas ini menempatkan arah yaitu: pada upaya pemenuhan kebutuhan jasmani, dan selanjutnya dalam penyempurnaan kualitas rohani, mencapai kebebasan abadi.

Dalam kedua arah gerak karma inilah keyakinan terkondisi atau terimplementasikan sebagai sinar terang yang menerangi, menuju sinar abadi yang Maha Terang, sebagai ujung tombak mencapai intisari dari keyakinan itu sendiri. Kalau sudah demikian, keyakinan yang menyinari karma perbuatan seseorang telah terhubung dengan sumber keyakinan itu sendiri. Saat itulah “keyakinan” dengan “kekuatan” menjadi satu kesatuan yang utuh menembus kebekuan mental, terbuka mencapai kebebasan.

Memaknai persoalan ini para bijak menyebutnya sebagai “Kekuatan Memuja”, agar kasih-Nya berkenan, bagaikan kekuatan Raja Bagiratha ingin mohon pembebasan para Leluhurnya dari dosa-dosa, bertapa ratusan tahun, akhirnya atas berkat Dewa Shiva Air Suci Gangga bisa turun mengaliri abu leluhurnya di hutan.

Niat suci Raja Bagiratha diperjuangkan dengan kesungguhan, hingga siap meninggalkan kemewahan duniawi, demi para Leluhurnya. Perjuangan mengatasi keraguan ya dan tidak, hidup dan mati, menjadi keyakinan yang kuat bahwa kebenaran anugrah itu pasti terjadi. Oleh karena itu, untuk memperoleh anugrah yang besar tentu harus diperjuangan sekuat-kuatnya dan setulus-tulusnya disertai keyakinan yang berpengetahuan material dan berpengetahuan suci. *** Semoga Menjadi Renungan dan Refleksi. Rahayu.

Facebook Comments

error: Content is protected !!