February 1, 2023
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“KEPALSUAN”

Oleh: I Ketut Murdana (Minggu : 15 Januari 2023).

BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM. Sisi lain di balik kejujuran adalah kepalsuan yang sangat banyak pengikutnya, merupakan realitas “kebenaran”Zaman Kaliyuga saat ini. Bahkan orang sengaja membayar mahal untuk memalsukan diri, agar puas dengan kepalsuan. Akhirnya tukang-tukang “palsu” banyak order. Rambut putih dihitamkan, rambut hitam diputihkan, dimerahkan dihijaukan, yang kriting diluruskan, yang lurus dikritingkan, yang panjang dipendekkan, yang rahasia dan sensitif justru ditonjol-tonjolkan untuk merangsang napsu lalu dijual dan seterusnya.

Hidung pesek dimancungkan, dada kempes dibusungkan dan lain-lainnya. Tumbuhan natural ciptaan Tuhan diubah sesuai keinginan manusia. Ikan, daging,  tempe, tahu yang sudah enak diisi sat pengawet, agar manusia awet sakitnya…he…he. Demikian pula manusia makan beras plastik, telor plastik agar sekali makan, lalu tidak makan-makan lagi. Selanjutnya kepalsuan demi kepalsuan merebak ke segala lini, berpikir dan berperilaku demi ambisi kekuasaan untuk bisa duduk di korsi panas yang palsu itu.

Orang-orang pintar berkata-kata seolah dermawan dengan berbagai alasan sok tanggung jawab, guna memperoleh pundi-pundi suara. Saatnya berhasil justru menghindar dari kewajiban dan tanggung jawabnya yang jujur. Walaupun telah diberkati oleh energi kejujuran, tetapi hanya berguna sebagai topeng-topeng saja. Aroma ini menghiasi alur situasi dan kondisi, yang selalu terjadi berulang-ulang dalam wujud yang berbeda-beda.

Tetapi ingatlah kepalsuan sifatnya sementara, betapapun cara untuk memalsukan diri akan terasa dan terekspresi dengan sendirinya. Demikian pula kejujuran akan tetap jujur, bagaikan menghitamkan rambut umurnya hanyalah sebulan sudah luntur, lalu perlu dipalsukan lagi. Dengan demikian para pemalsu sibuk memalsukan diri yang jujur akan tetap langgeng, tetapi selalu ditutupi kepalsuan, karena jumlah kuantitatifnya lebih besar.

Demikianlah hakekat Zaman Kaliyuga telah melibas kejujuran manusia dengan nikmat kepalsuan dan terus memalsukan, hingga yang viral adalah tontonan kepalsuan. Bagi pendamba-pendamba dan berperilaku jujur, amatlah berat menembus dinamika kegelapan itu. Tetapi ingatlah kembali pada kebenaran Ilahi, bahwa saat-saat dharma dan kejujuran terinjak-injak di bumi, maka Dharma akan melindunggi (Dharma Raksata Rakshitah).

Bagaimana wujud perlindungan itu…?, tiada lain ketika para koruptor melewati batasnya, akal sehatnya hilang lalu melakukan perbuatan tak terpuji, hingga kejahatannya terbuka lebar di publik. Walaupun demikian sifar asura ini tidak pernah jera, selalu saja mencari akal baru untuk menembusnya, hingga bagi Asura “keyakinan itu adalah kelemahan bagi manusia, maka percayalah pada kekuatan”. Oleh karena itu bila dharma dan kejujuran lengah sedikitpun amatlah mudah sifat asura maya untuk menguasainya.

Tetapi betapapun jahatnya teman asura jahatnya datang dan siap membantu sahabatnya. Pembelaan kepada teman dalam wujud kesetia kawanannya sangat luar biasa. Waspadailah dan kokohkan keyakinan kepada Tuhan dan berperilaku atas tuntunan-Nya, walaupun berat pasti jaya.

Peran penegak Dharma juga diuji kejujurannya, semakin banyak melawan ketidak jujuran, maka penegak Dharma di permukaan akam banyak musuh, tetapi kekuatan Tuhan selalu melindungi seberat apapun masalahnya. Seperti itu resiko dan tanggung jawab memenangkan dharma melalui salah satu aspek kejujuran di Jaman Kaliyuga ini.

Walaupun penegak Dharma di permukaan terlihat agak sedikit dungu, tetapi asura tidak pernah mengetahui rahasia dan misteri yang tersembunyi di baliknya. Kebenaran yang amat rahasia inilah wujud perlindungan yang tak terjangkau, oleh kecerdasan para asura. Oleh karena itu, menegakkan kejujuran adalah kebenaran yang selalu terlindungi kebesaran-Nya. Semoga menjadi renungan dan refleksi, Rahayu.

Facebook Comments