February 1, 2023
News

Sosialisasi Pelaksanaan Akreditasi Sekolah/Madrasah Bagi Pengawas Sekolah

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Pengawas sekolah baik dari Dikpora Bangli maupun dari Kemenag Kabupaten Bangli Selasa (24/1/2023) berkolaborasi dalam mengikuti sosialisasi pelaksanaan Akreditasi Sekolah/ Madrasah Kabupaten Bangli tahun 2023 yang diselenggarakan Oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah ( BAN-SM ) Propinsi Bali yang berlangsung secara Daring melalui Zoom Meeting.

Kordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) Bangli A.A Ketut Jelantik mengatakan, kolaborasi pengawas Dikpora dengan Kemenag tersebut merupakan bentuk nyata dari kemauan kuat pengawas di Bangli untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah di Bali khususnya dan di Bali umumnya.

“Kita berharap pengawas berperan aktif untuk mensosialisasikan mekanisme dan fungsi penting akreditasi,” ungkapnya.

Ketua BAN-SM Propinsi Bali Drs. I Wayan Suwira dalam kesempatan itu mengemukakan, tahun 2023 di Bali tercatat sebanyak 817 sekolah/madrasah akan menjadi sasaran akreditasi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sekolah yang belum pernah diakreditasi (sekolah baru). Sekolah yang tidak terakreditasi tahun sebelumnya, sekolah yang sertifikat akreditasinya kadaluwarsa, serta sekolah yang memang masa berlaku sertifikat akreditanya berakhir Desember tahun 2023.

“Tahun ini jumlah sekolah di Bali yang menjadi sasaran akreditasi sebanyak 817 sekolah,” sebutnya.

Dari 817 sekolah yang menjadi sasaran akreditasi tersebut tidak seluruhnya akan dipasilitasi oleh asesor ke sekolah. Hal ini selain disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang disediakan oleh pemerintah, juga disebabkan oleh faktor lain. Untuk itu pusat memberikan kuota sebanyak 360 sekolah.

Menurut Suwira, ada beberapa tahapan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah di Bali tahun ini. Dan direncanakan tahap pertama dirancang akan dilaksanakan bulan Maret tahun ini. Khusus untuk Bulan Maret sekolah yang akan diakreditasi oleh asesor adalah sekolah yang masa berlaku sertifikat akreditasinya kadaluwarsa dengan berbagai alasan.

“Ini akan menjadi priotitas BAN-SM. Sebab jika sampai akhir tahun ajaran mereka tidak memiliki sertifikat akreditasi, kita khawatir alumnus sekolah tersebut akan bermasalah,” jelas Suwira seraya berharap, agar pengawas sekolah ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan mekanisme pelaksanaan kareditasi dengan paradigma barunya ini.

“Kita telah menandatangani MoU dengan Asosiasi Pengawasa Sekolah Indonesia (APSI) Bali berkaitan dengan akreditasi sekolah dengan harapan pengawas sekolah memberikan kontribusi lebih pada upaya pelaksanaan akreditasi sekolah yang bermutu,” harap Suwira.

Kegiatan serupa, lanjut Suwira juga akan menyasar komponen pendidikan lainnya seperti Guru-guru, maupun kepala sekolah. Dan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan sosialisasi pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten, kota, Kemenag serta lembaga lainnya. Pihaknya berharap melalui sosialisasi tersebut semua pihak memahami arti penting pelaksanaan akreditasi baik bagi sekolah maupun bagi instansi yang menaunginya.

“Ke depan kita berharap otomasi akreditasi lebih banyak. Dengan demikian, biaya bisa ditekan,” ucapnya.

Ketua APSI Provinsi Bali Ngakan Putu Suarjana, M.Pd., yang juga ditunjuk sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menyambut gembira kegiatan sosialisasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-S/M Bali ini. Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat mengingat pengawas sekolah merupakan sosok yang bersentuhan langsung dengan sekolah.

“Kami memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Mudah-mudahan seluruh pengawas sekolah/madrasah di Bali mampu memberikan kontribusi pada upaya peningkatan kualitas pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun ini,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments