News

Desa Panji Dijadikan Proyek Percontohan Digitalisasi Pamsimas

SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM) Pemerintah Desa (Pemdes) Panji di Kecamatan Sukasada belakangan menerapkan sistem pengelolaan air bersih berbasis digital. Sistem ini diterapkan untuk mewujudkan transparansi pengelolaan air bersih itu sendiri. Penerapan sistem ini, mengantarkan Desa Panji sebagai proyek percontohan pengelolaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dengan memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi (TI).

Perbekel Desa Panji, Jro Mangku Made Ariawan, belum lama ini mengatakan, pengelolaan pamsimas di desanya itu saat ini bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Bhuana Utama”. Beberapa inovasi ditempuh tujuannya untuk mencapai keterbukaan pelayanan kepada warga itu sendiri. Dimana, pelayanan ini bisa diakses melalui laman https://Panji.Bumdesaku.id. Dimana, kelebihan yang disediakan dalam layanan ini adalah transparansi pada pembukuan tagihan air. Kemudian transparansi setiap transkasi tagihan dan urusan keuangan.

“Dengan trobosan ini dengan sendirinya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.

Menurut mantan anggota DPRD Buleleng ini melalui pelayanan digital itu warga bisa melayangkan pengaduan, dan penanganannya dari tenaga teknis lebih efisien dan akurat. Dari keterbukaan tersebut menjadikan laba dari pengelolaan tata air digunakan untuk pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

“Artinya ini sistem ini sudah menjadi satu kesatuan dari yang mulai tata kelolanya transparan serta dari sisi pelayanan kualitas air yang didistribusikan juga sesuai harapan,” tegasnya.

Di sisi lain, Perbekel Mangku Ariawan menyebut, tak saja menerapkan sistem pelayanan berbasis digital. Sebaliknya, sistem pelayanan di lapangan belakangan ini kualitasnya juga terus diperbaiki. Saat ini, menejemen menerapkan filter air pasir rambat.

Penerapan inovasi ini juga mengantarkan Desa Panji menyandang predikat “Desa Brilian” Bali Nusra. Dari 53 desa finalis di tahun kedua sejak dikembangkan pada tahun 2019 dan diterapkan tahun 2020. Pretasi ini bermuara pada kecintaan masyarakat terhadap desanya yang menggandeng juga masyarakat sebagai basis pemasaran dengan memegang teguh prinsip dari warga untuk warga. *** CMN=TIM-01.

Facebook Comments