September 10, 2026
News

Tekan Inflasi Saat Harga Melonjak, Dinas PKP Luncurkan Program Pengembangan Kawasan Cabai

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Tanaman holtikultura, paling rentan diserang adalah tanaman cabai.  Umumnya, tanaman cabai akan cepat diserang tanaman busuk buah atau jenis penyakit lainnya yang berpotensi merugikan petani. Dampaknya pada harga akan naik di pasaran. Guna mengatasi hal tersebut, Dinas Pertaninan Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli meluncurkan program pengembangan kawasan tanaman cabai merah. Program ini bertujuan menekan implasi di saat harga cabe melonjak. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma Kamis (11/1/2024).

Lebih lanjut disampaikan cabai merupakan komoditas startegis, sehingga ketersediannya harus selalu terpenuhi. Ketika terjadi penurunan produksi akan berpengaruh terhadap harga cabai di pasaran.

“Cabai merah berada pada posisi teratas penyumbang inflasi saat harga melonjak,” jelasnya.

Lanjut Wayan Sarma untuk menekan inflasi di daerah yang diakibatkan oleh komoditi cabai merah maka diperlukan strategi yang dapat menjamnin ketersedian komoditas tersebut agar selalu tersedia dan stabil. Langkah yang pihaknya lakukan lewat program pengembangan kawasan cabai.

“Tahun ini pengembangan kawasan cabai baru menyasar satu desa yakni Desa Bayung Gede, Kintamani,” ujarnya.

Disinggung dipilihnya Desa Bayunggede sebagai pilot projek, karena wilayah tersebut sangat cocok untuk budidaya cabai dan memang masyarakat disana sudah menggeluti budidaya cabai merah sejak lama.  Dalam program ini kita menggandeng kelompok tani setempat, sehingga akan lebih mudah dalam pengawasan dan pembinaan. Lewat program ini petani mendapat bantuan bibit, obat- obatan dan pupuk serta pendamnpingan dari petugas penyuluh lapangan

“Sumber dana dari program ini murni dari APBD Bangli sebesar Rp. 100 juta,” katanya.

Sementara untuk harga cabai merah, saat ini ditingkat petani Rp. 40 ribu per kilonya.  Sejatinya untuk pengembangan tanaman cabai merah terbuka lebar. Semisal di wilayah Desa Terunyan estimasi lahan mencapai 400 hektar, kemungkinan nanti akan kita kembangkan. Guna menunjang aktivitas petani, pemerintah tahun ini melakukan pemeliharaan 6 ruas jalan usaha tani di Desa Sukawana, Kintamani. Dengan dilakukan perbaikan jalan usaha tani tersebut akan mempermudah bagi petani dalam menggeluti usahanya. Semisal ketika musim panen, kondisi jalan bagus tentu akan mempermudah petani mengangkut hasil pertaniannya.

“Di sini peran pemerintah daerah sangat diperlukan bagi petani, agar para petani lebih bersemangat untuk Bertani,” pungkasnya. *** CMN/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!