November 6, 2026
News

Harga Tomat Melonjak, Petani di Kintamani Sumringah

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Walaupun cuaca buruk yang terjadi belakangan ini tidak berdampak pada petani di Kintamani, Bangli. Pasalnya, hasil pertanian, seperti tomat menurun. Demikian juga dengan kualitasnya namun harga melonjak mencapai Rp. 25.000 hingga Rp. 28.000 per kilo. Sementara itu sesuai hasil pantauan di Pasar Kidul Bangli Kamis (15/2/2024) saat ini harga cabai   merah besar tembus mencapai Rp. 65.000 per kilo.

Menurut Petani asal Banjar Bantas, Desa Songan, Kintamani Putu Mariadnya saat dikonfirmasi mengatakan, pada musim sekarang hasil panen tomatnya menurun drastis. Sebelumnya untuk tomat biasa untuk seribu pohon menghasilkan 2 ton. Sementara kini hasilnya ditafsir maksimal 1,5 ton.

“Hasil panen turun drastis. Jauh dari sebelumnya. Musim ini pasti banyak yang untung. Pasalnya harga tomat dipasaran justru naik,” ujarnya.

Anjloknya hasil panen itu merupakan dampak dari cuaca yang kurang menentu, namun ada dampak dari  belum  penen raya diluar Bali yang terjadi belakangan ini sehingga banyak pengepul dari luar Bali datang untuk mengambil dipasok ke luar Bali. Disampaikan, cuaca yang tak menentu ini juga mengakibatkan kualitas buah tomat menurun. Sejak tumbuh, kulitnya bercak hitam dan kerdil.

“Kualitas buah juga turun. Dari ukurannya kecil sudah cacat. Sementara terkait dengan upaya antisipasi. Demikian juga dengan pemangkasan daun yang sudah tua, disamping juga penyemprotan secara rutin terus dilakukan. Kalau tidak disemprot, takut kualitas buahnya semakin buruk,” kata petani berperawakan kekar ini.

Sementara cabai keriting harganya hanya Rp. 45.000 per kilogram. Para pedagang mengakui, kenaikan harga cabai besar terjadi secara bertahap.  Kenaikan drastis, mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Diperkirakan, kenaikan harga cabai dipicu karena pasokan cabai seret. “Selain karena pengiriman terganggu, kemungkinan karena dampak cuaca sehingga menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen,” ungkap Gusti Ayu Sriani salah seoarang pedagang di Pasar Kidul.

Hal senada juga disampaikan salah seorang pedagang Ni Ketut Sutriani. Akibatnya, banyak petani gagal panen sehingga pasokan ke pasarn menurun. Seperti tomat baru kali ini harganya telah menembus Rp. 25. 000 per kilo yang biasa. Sedangkan tomat super harganya hingga Rp. 28.000 per kilo.

“Pluktuasi harga ini membuat kita tidak berani menyetok barang terlalu banyak, seperti tomat tidak tahan lama cepat busuk,” tuturnya seraya berharap pemerintah bisa menjaga kesetabilan harga. Sebab dengan kenaikan harga di pasaran ini, membuat pedagang merugi karena daya beli masyarakat menurun.

“Harga barang naik, otomatis masyarakat berhemat sehingga penjualan pun turun,” pungkasnya. *** Cahayamasnews.com/Tim=NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!