
Wujudkan Lingkungan Ramah Anak, Pemkot Surabaya Terapkan KAS-RPA
SURABAYA (CAHAYAMASNEWS.COM). Guna meningkatkan pemberdayaan di kelurahan dan kecamatan, Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA). Demikian disampaikan Kabid Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak Kota Surabaya, Relita Wulandari, saat menerima rombongan study tiru dari Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Provinsi Bali bersama Forum Wartawan Dewan (FORWARD) DPRD Provinsi Bali, Rabu (8/5/2024) pagi.

Setelah sehari sebelumnya melakukan study tiru ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Selasa (07/5/2024), Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Provinsi Bali bersama Forum Wartawan Dewan (FORWARD) DPRD Provinsi Bali kembali melanjutkan study tiru menyambangi DP3AK Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya).
Kegiatan study tiru tersebut dipimpin langsung Kabag Persidangan dan Fasilitasi Fungsi DPRD Bali, I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama, didampingi Kasubag Tata Kepegawaian Humas Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Kadek Putra Suantara, Ketua Forwad DPRD Bali Made Arnyana dan diikuti puluhan wartawan yang bertugas di DPRD Provinsi Bali.
Dalam paparan presentasinya di hadapan rombongan Setwan DPRD Bali, Kabid Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak Kota Surabaya, Relita Wulandari menyampaikan, sejak 8 tahun lalu
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan di kelurahan dan kecamatan, agar lebih responsif menangani masalah yang melibatkan perempuan dan anak. Program tersebut lanjut Relita, merupakan bagian dari terjemahan Surabaya Kota Responsif Gender.

Hal tersebut kata Relita, semakin dikuatkan saat Pemkot Surabaya bersama Unicef dan Bappenas RI melakukan Penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tentang Pemenuhan Konvensi Hak Anak untuk Program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) belum lama ini. Bahkan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat di Kota Surabaya yang terus berkomitmen menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Tingkat Dunia. Hasilnya, Kota Surabaya mampu terpilih menjadi kota pertama di Indonesia sebagai pilot program C-F-C-I, yakni memiliki potensi besar menjadi Kota Layak Anak Tingkat Dunia yang berstandar internasional. Lebih jauh Relita Wulandari menyampaikan, terdapat lima indikator pendukung penerapan KAS-RPA di antaranya adalah Kampung Aman, Kampung Belajar, Kampung Sehat, Kampung Asuh, serta Kampung Kreatif dan Produktif.
Lebih lanjut pihaknya berharap, bagaimana seluruh masyarakat dari tingkat RT, RW, dan KSH lebih responsif kepada anak dan perempuan. “Hal ini sebagai upaya meminimalisir kasus kekerasan pada anak dan perempuan di kota pahlawan ini,” ujarnya.









Facebook Comments