Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“BANGKITNYA DHARMA”

Oleh:  I Ketut Murdana (Kemis, 30 Mei 2024).

MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Bangkitnya dharma sedang diuji oleh kekuatan asura (adharma), dengan berbagai tingkah polahnya. Mengaburkan kebenaran dengan dogma-dogma, menghancurkan tatanan budaya, berkedok kemurnian dengan kekerasan yang dibenarkan. Mengakibatkan kebingungan yang menakutkan. Keresahan demi keresahan bergulir, mengukuhkan angkuh tak bermartabat. Etika dan sopan santun disirnakan pase demi pase dengan rekayasa-rekayasa budaya terstruktur. Dilengkapi pembiaran pihak penguasa asura sendiri, menjadikan keangkuhan semakin besar, kuat dan “dibenarkan”. Semua itu merupakan ciri-ciri pergerakannya untuk “menguasai”.

Keteguhan menghadapi ujian dalam berbagai bentuk: cemohan, hinaan, caci maki dan lain sebagainya adalah wujud peleburan sifat-sifat asura raksasa, membangkitkan “kesejatian” dalam diri, bergerak menuju pencapaian manusia sejati. Ketika sadar terhadap sifat-sifat kebajikan itu, maka meperjuangkan agar kuat menempati posisi keimanan dalam diri sendiri adalah kemuliaan swadharma di jaman asura ini. Apabila realitas ini mampu dimaknai sebagai proses peleburan, maka kesadaran spiritual semakin murni bersinar terang kepermukaan. Ketika itu subyek yang membawanya akan memancarkan sinar cemerlang, itulah wujud perlindungan Tuhan melalui hukum penebusan-Nya.

Energi kasih dalam berbagai ekspresi, ragam nilai bermakna pasti datang bersatu padu mendukung, mengukuhkan dan menguatkan. Dalam wujud nyatanya orang-orang baik dan bijak akan selalu hadir bersimpati dan memberi pertolongan, mendukung laju lurusnya perjuangan. Kekuatan inilah yang disebut kekuatan semesta yang maha murni hadir dalam diri seseorang maupun pelindung komunitas abdi-abdi dharma itu sendiri.

Kehadiran energi suci ini  menyebabkan seseorang bisa menjadi pemimpin besar, Guru besar, Seniman besar dan lain lainnya. Melalui kebesaran inilah orang-orang bisa mendapatkan perlindungan, pengayoman, kedamaian yang membahagiakan dan lainm lainnya.

Mengalirnya kekuatan energi semesta ini memang selalu menghadapi ujian-ujian besar, karena masalah yang dihadapi sangat besar. Demikian pula yang memerlukan atau yang ingin mendapatkan juga sangat besar. Kelahiran atau kehadiran kekuatan ini pada jiwa seseorang tidak mudah dan seringkali terjadi, tentu pada waktu kepatutan-Nya sendiri, itulah kehendak Sang Pengatur Alam semesta beserta segala isinya. Apabila realitas ini disaksikan dan dirasakan kebenarannya, maka mengabdilah untuk membantu mewujudkan misi besar tegaknya dharma, dalam diri sendiri, masyarakat, negara dan bangsa. Agar tidak sibuk berspekulasi menyalahkan orang lain, tetapi berinisiatif bergerak berjuang mengisi diri melalui doa-doa suci dan laksana kebajikan. *** Semoga Menjadi Renungan dan Refleksi, Rahayu.

Facebook Comments