
Minim Perhatian Pemerintah, Petani Banjar Dinas Bululada Bangun Jalan Tani Tanpa Dana Desa, Bukti Gotong Royong Masih Lestari
BULELENG (CAHAYAMASNEWS.COM). Di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya perhatian dari pemerintah desa, petani kecil di Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, justru menunjukkan kemandirian luar biasa. Mereka berhasil membangun Jalan Tani Sari Jaya Jelepung sepanjang 1.300 meter tanpa mengandalkan Dana Desa alias murni lewat semangat gotong-royong dan semangat kebersamaan warga, sekaligus membuktikan bahwa semangat tersebut masih tetap lestari, di tengah zaman globalisasi saat ini.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani kecil, khususnya tekanan dari para pemegang kekuasaan politik di tingkat desa hingga pusat, secercah harapan lahir dari inisiatif warga di Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Para petani yang selama ini merasa terpinggirkan memutuskan untuk bersatu dalam sebuah wadah Koordinator Khusus Kelompok Tani. Pembangunan jalan tani ini digagas oleh Kelompok Tani Bululada yang dipimpin oleh Ketut Sulastra, sosok yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ormas GEMA SADANA (Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara) Kabupaten Buleleng. Dalam wawancara via WhatsApp, Ketut Sulastra menjelaskan, bahwa proyek ini lahir dari keprihatinan petani atas akses jalan yang selama ini menyulitkan distribusi hasil pertanian.
“Ini murni hasil gotong-royong masyarakat. Tidak sepeser pun menggunakan Dana Desa. Ini juga bukti bahwa jika petani diberi ruang dan kepercayaan, kami bisa mandiri,” ujarnya.
Seluruh proses pembangunan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, mulai dari pembukaan lahan hingga pengecoran jalan. Para petani dan warga setempat bekerja siang dan malam tanpa menerima bayaran. Dukungan dana pun tidak berasal dari APBDes, melainkan dari pendekatan kekeluargaan dengan seorang wakil rakyat Dapil Sukasada, yang melihat potensi dan keikhlasan warga dalam memperjuangkan akses pertanian mereka.
Jalan beton ini kini menjadi akses vital bagi petani dalam mengangkut hasil panen dari ladang ke pemukiman. Selain mempercepat proses distribusi, kehadiran jalan tani ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah tadah hujan.
Rencananya, jalan ini akan disambungkan ke Subak Abe dan Subak Kunci, menghubungkan kawasan subak kering ke subak basah agar saling terkoneksi. Lebih jauh Ketut Sulastra menjelaskan, bahwasannya sinergi antara kelompok tani dan Ormas GEMA SADANA pun akan terus diperkuat, bahkan telah dijajaki kerja sama dengan jejaring pusat yang memiliki akses ke Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Menariknya, di jalur jalan tani ini terdapat Pura Dewa Ayu, sebuah pura warisan leluhur yang selama ini dijaga oleh warga pemilik lahan kering sebagai pengempon. Pura ini menjadi simbol spiritual masyarakat tani setempat yang diyakini untuk memohon keselamatan dan kelancaran dalam menggarap sawah dan ladang. Hal ini juga sebagai langkah nyata dalam upaya nyata pelestarian budaya dan spiritual lokal.
Seperti diketahui bahwasanya pembangunan Jalan Tani Sari Jaya Jelepung menjadi bukti nyata bahwa perubahan tidak harus datang dari atas, melainkan bisa dimulai dari inisiatif warga. Kolaborasi antara masyarakat akar rumput dan wakil rakyat, ditopang nilai-nilai lokal seperti gotong-royong, solidaritas, dan spiritualitas, menjadi modal sosial yang sangat berharga, dan ini penting untuk senantiasa dipupuk dan dilestarikan di tengah zaman globalisasi saat ini, dimana nilai-nilai gotong-royong sudah kian tergerus.
FAKTA SINGKAT: JALAN TANI SARI JAYA JELEPUNG
- Panjang: ±1.300 meter
- Lokasi: Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng
- Pendanaan: Dana non-APBDes, hasil pendekatan kekeluargaan
- Pengerjaan: Swadaya penuh masyarakat (tanpa upah)
- Manfaat: Mempermudah akses hasil pertanian, integrasi antar subak
- Nilai Tambah: Pelestarian pura leluhur (Pura Dewa Ayu) di jalur jalan.
*** CMN=TIM/Andi.










Facebook Comments