November 3, 2026
News

Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg di Bangli Diserbu Warga

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Menyikapi kelangkaan gas LPG 3 kg yang terjadi belakangan ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli menggelar operasi pasar yang langsung diserbu warga. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif atas kesulitan masyarakat dalam memperoleh gas LPG bersubsidi, yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Operasi pasar yang berlokasi di Jalan Selukat 1 LC Subak Aya, Kelurahan Bebalang, Bangli, dibuka pada Kamis (7/8/2025).

Sejak pagi, ratusan warga telah memadati lokasi. Dengan harga jual Rp.18.000 per tabung, sebanyak 200 tabung gas LPG 3 kg yang disediakan langsung habis dalam waktu kurang dari satu jam. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli, Nasrudin, saat dikonfirmasi di lokasi menyampaikan, bahwa operasi pasar ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

“Operasi pasar ini digelar untuk membantu masyarakat yang dalam sepekan terakhir kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg, baik di pangkalan maupun di pengecer,” ujarnya.

Terkait penyebab kelangkaan, Nasrudin menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina dan pihak pangkalan, distribusi gas sebenarnya berjalan lancar. Namun demikian, kelangkaan di tingkat masyarakat tetap terjadi.

“Dalam hal ini, kami bersama pihak terkait akan terus mencari akar permasalahan dari kelangkaan yang terjadi. Selama pasokan belum normal, operasi pasar akan terus kami lakukan di berbagai lokasi agar bisa meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Disperindag Bangli juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar distribusi gas LPG 3 kg bisa kembali normal dan merata di seluruh wilayah Bangli.

Sementara itu, salah satu warga yang ikut antre, Ibu Nindi, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Ia mengatakan sudah hampir seminggu kesulitan mendapatkan gas di warung langganannya.

“Sudah seminggu saya keliling cari gas, tapi di mana-mana kosong. Kalaupun ada, harganya mahal, sampai Rp22 ribu per tabung,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Bapak Dewa Anom Adnyana. Ia mengaku kesulitan mendapatkan gas selama beberapa hari terakhir, sehingga terpaksa mencari ke berbagai tempat.

“Gas 3 kg sekarang sangat langka di Bangli. Masyarakat jadi kesulitan, apalagi yang benar-benar bergantung untuk kebutuhan memasak harian,” keluhnya. @@@ CMN=Tim/NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!