September 10, 2026
News

Gubernur Wayan Koster Dorong ISI Bali Jadi Motor Pemajuan Seni, Budaya, dan Kearifan Lokal

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Institut Seni Indonesia (ISI) Bali untuk terus menjadi motor penggerak dalam memajukan seni, budaya, dan kearifan lokal Bali. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke-35 ISI Bali yang dirangkaikan dengan Pembukaan Festival Internasional Bali Padma Bhuwana V di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen, Rabu (27/8/2025).

Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surya Manuaba, Gubernur Wayan Koster mengungkapkan apresiasi atas konsistensi ISI Bali dalam mencetak lulusan berkualitas dan berperan aktif menjaga keberlanjutan budaya Bali.

“Kita bersyukur memiliki ISI Bali. Tanpa ISI Bali, sulit membayangkan perkembangan seni Bali yang berkualitas dan berkelanjutan seperti sekarang. Seni dan budaya Bali yang tumbuh dari desa adat memerlukan pembinaan berkelanjutan. ISI Bali adalah institusi strategis untuk itu,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Ia menambahkan, budaya merupakan sumber kehidupan masyarakat Bali dan pendorong utama sektor ekonomi kreatif, termasuk pariwisata.

“Tanpa budaya, tidak akan ada pariwisata Bali. Karena itu, mari kita muliakan, hidupkan, dan dukung budaya Bali. ISI Bali harus terus menjadi pelindung, pengembang, dan pemaju seni tradisi agar tetap eksis di tengah arus globalisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Wayan Koster menyerahkan hibah lahan milik Pemprov Bali seluas 1.550 m² kepada ISI Bali. Penyerahan dilakukan di hadapan Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Setjen Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Agus Sunarya Sulaeman.

Hibah ini diharapkan memperkuat pengembangan sarana prasarana dan kapasitas akademik kampus seni tertua di Bali tersebut. Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, menyambut baik dukungan pemerintah dan menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah penting bagi kampusnya.

“Wisuda hari ini bukan sekadar seremoni, tapi pengakuan atas keberhasilan mahasiswa menuntaskan studi dengan dedikasi tinggi. Para lulusan telah membuktikan diri sebagai seniman, desainer, dan intelektual seni yang siap mengabdi bagi bangsa,” kata Prof. Kun.

Ia juga mengungkapkan peningkatan kepercayaan publik terhadap ISI Bali. Pada Tahun Akademik 2025/2026, ISI Bali mencatat penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.043 orang—naik 19,2% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, kampus meluncurkan Kurikulum ISI Bali Berdampak yang bertujuan mencetak lulusan kreatif, inovatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila serta kearifan lokal Indonesia.

Wisuda kali ini dirangkaikan dengan pembukaan Festival Internasional Bali Padma Bhuwana V yang mengangkat tema “Cancala Bhuwana Candika (Glory Cosmic Godly)”. Festival ini menjadi ajang apresiasi seni budaya dengan melibatkan seniman nasional dan internasional, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Bali Era Baru.”

Dalam acara tersebut juga diberikan penghargaan Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha 2025 kepada lima tokoh seni dan budaya di antaranya; Pino Confessa (Budayawan), Janet DeNeefe (Maecenas Seni), Dr. Drs. Anak Agung Gede Rai Remawa, M.Sn., (Desainer Interior-Arsitektur), Prof. Dr. Drs. I Ketut Muka, M.Si., (Seniman Kriya-Keramik), dan Dr. I Ketut Suteja, SST, M.Sn., (Seniman Tari Bali).

Pada kesempatan itu sebanyak 94 lulusan ISI Bali resmi diwisuda pada upacara tersebut. Mereka terdiri dari 30 lulusan Sarjana Terapan, 46 lulusan Magister, dan 18 lulusan Program Doktor. Selanjutnya menutup rangkaian kegiatan, Gubernur Wayan Koster meninjau Teba Modern, sebuah fasilitas pengolahan sampah organik milik kampus yang menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem kampus hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. *** CMN=Tim/Hms.

Facebook Comments

error: Content is protected !!