September 10, 2026
News

Hadiri Karya Agung di Pura Dalem Gelagah-Sembir, Nusa Penida, Bupati Made Satria Serahkan Hibah Rp.750 Juta

SEMARAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri rangkaian Karya Agung Mamungkah, Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem lan Prajapati, Banjar Gelagah-Sembir, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Senin (22/9/2025).

Upacara keagamaan yang sakral dan meriah ini turut dihadiri Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, anggota DPRD Provinsi Bali Tjokorda Gede Agung, Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Satria mengapresiasi semangat gotong royong dan kekompakan warga Gelagah-Sembir dalam menyiapkan karya agung ini. Ia menyebut, kolaborasi dan kebersamaan seperti ini merupakan kekuatan utama dalam menjaga warisan adat, budaya, dan spiritual Bali.

“Saya bangga melihat semangat krama dalam melaksanakan karya ini. Mari terus jaga gotong royong, karena inilah kekuatan Bali sejati dalam membangun dan melestarikan taksu,” ujar Bupati asal Nusa Penida ini.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Klungkung menyerahkan hibah sebesar Rp750 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia, I Ketut Sudi Rata Astawa.

“Dumogi labda karya, sida sidaning don, dan seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dengan restu Ida Sang Hyang Widhi serta semangat pengempon pura,” tambah Bupati Satria.

Ketua Panitia Karya, I Ketut Sudi Rata Astawa, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak Saniscara Paing Kelau, 23 Agustus 2025, dan akan mencapai puncaknya pada Anggara Kliwon Kulantir, 30 September 2025, sebelum ditutup dengan upacara Penyineban pada Sukra Pon Kulantir, 3 Oktober 2025.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Bapak Bupati dan jajaran. Dana hibah ini sangat berarti untuk kelancaran karya agung,” ujarnya.

Karya Agung ini diyakini membawa vibrasi positif dan memperkuat spiritualitas masyarakat setempat, sekaligus menjadi momentum pelestarian adat dan budaya Bali di tengah arus modernisasi. *** CMN= HmsKlk.

Facebook Comments

error: Content is protected !!