September 10, 2026
News

Meski Kasus Rabies Melandai, Warga Bangli Diminta Tetap Waspada

BANGLI  (CAHAYAMASNEWS.COM)=Pemerintah Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman rabies, meskipun tren kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) menunjukkan penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, dalam keterangannya pada Rabu (22/10/2025) menyampaikan bahwa kasus rabies terus menurun, namun belum bisa dikatakan tuntas.

“Kasus gigitan anjing positif rabies di Kabupaten Bangli hingga awal Oktober 2025 ini memang menurun. Tapi masyarakat harus tetap waspada karena rabies belum sepenuhnya hilang,” ujarnya.

Data dari Dinas PKP menunjukkan, pada tahun 2023 tercatat 72 kasus rabies positif, menurun menjadi 47 kasus di tahun 2024, dan hingga Oktober 2025 tercatat 34 kasus positif dari puluhan laporan gigitan yang telah diuji di laboratorium. Sarma menambahkan, meskipun jumlah kasus mengalami penurunan, pihaknya tetap gencar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies dan langkah-langkah penanganannya.

 

Edukasi ini dilakukan secara berkelanjutan melalui penyuluhan dan program-program kampanye kesehatan hewan. Dalam upaya pencegahan, vaksinasi rabies terhadap HPR, terutama anjing, terus dimasifkan. Hingga saat ini, cakupan vaksinasi rabies di Kabupaten Bangli telah mencapai 70,10 persen dari total populasi HPR yang diperkirakan lebih dari 46 ribu ekor.

“Stok vaksin rabies masih sangat mencukupi. Selain dianggarkan melalui APBD Bangli, kami juga menerima dukungan vaksin dari Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat,” jelas Sarma.

Ia optimistis bahwa target vaksinasi 80 persen dapat tercapai pada akhir tahun 2025, asalkan masyarakat turut aktif mendukung upaya pemerintah. Lebih lanjut, Sarma menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memutus rantai penularan rabies, salah satunya dengan memelihara hewan peliharaan secara bertanggung jawab.

“Kalau memang hobi memelihara anjing, ya dikandangkan. Jangan dibiarkan berkeliaran, karena anjing liar sangat rentan terkena dan menularkan rabies,” tegasnya.

Meskipun tren kasus rabies melandai, rabies masih menjadi penyakit yang mematikan dan memerlukan penanganan serius. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya eliminasi rabies di Kabupaten Bangli.

“Penurunan kasus jangan membuat kita lengah. Waspada dan cegah tetap menjadi kunci,” pungkas Sarma. @@@ CMN=Tim/NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!