September 10, 2026
News

Pisah Sambut Kajati Bali, Gubernur Wayan Koster Tekankan Sinergi dan Harmoni Antar Lembaga

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM)=Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga harmoni dan sinergi antar lembaga pemerintah dan penegak hukum dalam menjalankan tugas di Pulau Dewata. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali di Kantor Kejati Bali, Renon, Denpasar, Jumat (31/10/2025) malam.

Dalam acara yang dihadiri jajaran Forkopimda Bali, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada Kajati Bali sebelumnya, I Ketut Sumedana, atas dedikasi dan kinerja selama bertugas di Bali. Ketut Sumedana akan melanjutkan tugasnya di Provinsi Sumatera Selatan.

“Pak Ketut Sumedana telah bekerja dengan baik, penuh spiritualitas, dan mampu membangun komunikasi harmonis dengan pemerintah daerah. Promosi ke Sumatera Selatan adalah penghargaan atas prestasi beliau,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Gubernur Wayan Koster juga menyambut hangat Kajati Bali yang baru, Chatarina Muliana Girsang, yang tercatat sebagai perempuan pertama memimpin Kajati Bali. Ia menyebut, pengalaman luas Chatarina menjadi modal penting dalam memperkuat koordinasi penegakan hukum di daerah wisata dunia tersebut.

“Bali adalah satu pulau dengan satu tata kelola. Karena itu, setiap kebijakan dan penegakan hukum harus dipikirkan secara komprehensif dan selaras antar lembaga,” tegasnya.

Sementara itu, I Ketut Sumedana mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh unsur Forkopimda selama masa jabatannya. Ia berharap program Bale Kertha Adyaksa yang dirintisnya dapat terus dilanjutkan sebagai simbol penegakan hukum humanis di Bali.

“Saya haturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh Forkopimda. Leadership Pak Gubernur luar biasa, mampu merangkul semua pihak. Saya titip legacy kami, Bale Kertha Adyaksa agar terus digaungkan dan diimplementasikan, sehingga selalu humanis dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Di sisi lain, Kajati Bali yang baru, Chatarina Muliana, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pondasi tersebut dengan pendekatan hukum yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. Chatarina menegaskan pentingnya sinergi dengan seluruh unsur Forkopimda dalam menjalankan amanat Presiden, yakni mewujudkan penegakan hukum yang adil untuk kesejahteraan masyarakat.

 “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mohon dukungan dari semua pihak. Bali adalah wajah dunia, sehingga tantangan hukum di sini pun kompleks. Saya ingin bersama-sama merawat Bali sebagai rumah kita yang indah dan kuat, di mana penegakan hukum sejalan dengan pembangunan berkelanjutan, dan Kami ingin penegakan hukum di Bali tetap humanis, adil, dan sejalan dengan pembangunan berkelanjuta, tegasnya.

Di akhir acara yang penuh dengan suasana kehangatan itu, dilaksanakan penyerahan cinderamata dan ramah tamah antar pejabat yang hadir. @@@ CMN=Tim/Hms.

Facebook Comments

error: Content is protected !!