April 3, 2026
News

Lestarikan Ajeg Bali, Rumah Jabatan Bupati Dibangun Berkonsep Sikut-Satak

BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM)=Balam melestarikan warisan budaya dengan ajeg Bali Kabupaten Bangli menunjukkan komitmennya memulai pembangunan rumah jabatan bupati yang mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali, Sikut Satak. Inisiatif ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal. Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) Sabtu (24/1/2026) di Ruang Rapat Bupati Bangli.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta,  menyampaikan, bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghargai dan melestarikan budaya Bali. “Dengan menggunakan Sikut Satak, kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh bagi pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Forum Group Discussion (FGD) dihadiri oleh Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, Tokoh Puri Bangli AA  Gede Wiraguna, Ketua MDA Bangli I Ketut Kayana, Kadis PUPR I Dewa Agung Putra Suryadarma, Seniman ukir kayu dan paras, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.  

Rumah jabatan yang dibangun di atas lahan seluas 50 are ini menelan anggaran lebih dari 29 miliar rupiah. Desainnya akan mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli, lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya.

Diskusi dimulai dari penglingsir Puri Bangli AA Gede Wiraguna menyampaikan ini ide yang bagus tentunya untuk generasi yang akan datang inilah corak bangunan dan ukiran khas Bangli yang ditampilkan nanti bisa diambil dari situs-situs leluhur. Dalam hal ini juga disampaikan belum ada rumah jabatan Bupati  di Bali  berkonsep sikut satak.

“Ini ide cemerlang yang digagas oleh Bapak Bupati,” ujarnya.

 Sementara Ketua MDA Kabupaten Bangli I Ketut Kayana memberikan masukan bagaimana nanti pada ornamen ada cerita asal mula adanya Bangli dan lain sebagiainya, yang mana nantinya jika ada tamu luar yang datang bisa dijelaskan termasuk juga peradaban Bangli, tentunya para undangi nanti bisa menjabarkan dan mendiskusinya nanti.

 Pemerintah Kabupaten Bangli juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan. Hal tersebut disampaikan dari Kanit Tipikor Polres Bangli  Iptu I Wayan Dwipayana.

“Kami akan terus memantau proses ini untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan tidak ada penyimpangan sedikitpun,” tegasnya.

Pembangunan Rumah Jabatan Bupati ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melestarikan warisan budaya melalui arsitektur dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan langkah ini, Bangli tidak hanya membangun sebuah bangunan, tetapi juga merajut kembali nilai-nilai budaya yang luhur ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. *** CMN=Tim/NT.

Facebook Comments

error: Content is protected !!