September 10, 2026
News

Jaga Kesakralan dan Kesucian Hari Suci Nyepi, Ketua DPRD Ajak Kedepankan Kekhusukan dan Toleransi

SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Guna menjaga kesucian dan kesakralan perayaan hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2026, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, Amd. Kom., di sela kunjungan ke Sekretariat DPRD Provinsi Bali bersama puluhan awak media di Kabupaten Buleleng pada Senin (16/3/2026), mengajak seluruh umat Hindu untuk merayakan Nyepi dengan penuh pemaknaan dan kekhusukan dilandasi keyakinan yang tulus ikhlas serta kesadaran diri yang tinggi. Sehingga perayaan Catur Brata Penyepian dapat berlangsung aman, nyaman, dan damai.

Hari raya Nyepi yang dilaksanakan setahun sekali ini memiliki makna filosofi yang sangat mulia, baik terhadap Bhuwana Alit (diri sendiri) maupun Bhuwana Agung (Alam Semesta). Nyepi juga bertujuan untuk mendoakan, sekaligus memohon keselamatan jagat dunia beserta semua ciptaan-Nya, melalui pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan sehari sebelum puncak hari raya Nyepi.

Nyepi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri, momen mengevaluasi perbuatan dan perilaku di masa lalu, dan sekaligus momen untuk membuat komitmen baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan, memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritualitas diri.

Tak hanya itu, hari raya Nyepi juga dimaknai sebagai momen untuk memurnikan diri dan pikiran, serta upaya menjaga keharmonisan antara manusia, alam dan Tuhan. Nyepi menjadi momentum untuk refleksi dan evaluasi perjalanan hidup, sekaligus menjadi pengingat pentingnya hidup sederhana, harmonis, dan damai.

“Mari kita jadikan perayaan hari suci Nyepi ini sebagai momentum untuk Nyiksik Bulu / Mulat Sarira (Introspeksi diri-red), untuk merenungi langkah-langkah apa yang telah kita lakukan selama setahun sebelumnya. Sehingga mampu menyempurnakan langkah yang dirasa kurang maksimal, baik dalam menjalankan swadharma kita masing-masing, maupun dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai Tupoksi masing-masing,” ujar Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya seraya mengimbau kepada segenap komponen masyarakat untuk dapat memanfaatkan momen hari yang suci dan sakral ini untuk benar-benar bisa meningkatkan kualitas diri.

Terkait perayaan Nyepi yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri, Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga rasa toleransi antar umat beragama, untuk saling menghormati berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana, hidup berdampingan saling menghormati keragaman budaya dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam, sehingga kedua momen hari raya itu dapat berjalan dengan aman, nyaman dan damai.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi dan Idul Fitri sebagai mulat sarira (kontrol diri), serta bentuk penyucian alam semesta dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam menuju Buleleng yang aman, tentram, dan maju,” katanya.

Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya, lebih lanjut berpesan, agar senantiasa bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri sebagai ajang mulat sarira. Sehingga seluruh umat manusia dapat terbebas dari mara bahaya serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup. Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan semangat menyama braya, saling mambantu, saling memiliki dan saling asah, asih asuh.

“Mewakili Segenap Pimpinan, Anggota, dan Staf Sekretariat DPRD, Kami mengucapkan Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 (19/3/2026) kepada segenap umat se-Dharma dan masyarakat yang melaksanakannya. Serta Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat muslim di manapun berada. Semoga Hari Suci yang beriringan tahun ini dapat menjadi momen bersejarah serta sebagai ajang introspeksi diri / mulat sarira untuk meningkatkan sradha bakti sesuai dengan swadharma kita masing-masing,” tegasnya.  *** CMN=Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!