
CAHAYAMAS KESADARAN
MEMAHAMI TAKDIR DAN UJIAN HIDUP (Kunci; Cara Pandang Hidup Dan Kehidupan yang Damai Ber-Akhlak)
MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.CON)=Seberapa-pun besarnya PENDERITAAN, apabila diterima dengan penuh KESADARAN, maka ia hanya menjadi sekadar Ujian. Sesunguhnya…yang membuat penderitaan terasa berat bukan hanya peristiwanya, melainkan cara setiap Individu MEMAKNAI-NYA. MENERIMA bukan berarti pasrah tanpa usaha. SENGSARA bukan sekadar Hukuman. Terkdang di balik penderitaan yang terasa sangat berat, tersimpan PELAJARAN yang paling berharga yang sedang MEMBENTUK JIWA MANUSIA Semakin DEWASA. Apakah kita sedang dihancurkan oleh penderitaan atau sebaliknya sedang Di-Tempa oleh penderitaan itu sendiri….?. di sinilah setiap orang dituntut untuk cerdas memaknai-nya. Hidup BUKAN SEKADAR Perjalanan yang Bebas dari PENDERITAAN, melainkan HIDUP adalah Proses PENGGEMBLENGAN menuju PENDEWASAAN JIWA.
Manusia yang sudah TER-SADARKAN tak ubahnya seperti Logam yang ditempa dalam api. Logam yang belum pernah dibakar, akan tetap rapuh. Namun, logam yang telah melewati panas dan pukulan palu, akan berubah menjadi kuat dan tajam.
Sadari…bahwasannya PENDERITAAN tidak selalu dilihat sebagai sesuatu yang harus dilawan atau dihindari, namun harus Kita pahami sebagai Cobaan / Ujian yang mengungkap kualitas Jiwa kita.
Kita sebagai Manusia yang Manusiawi, tidak bisa mengendalikan semua Peristiwa Hidup, namun Kita mampu Mengendalikan cara hati dan cara pandang Kita menerima peristiwa itu. TINAMPA = Menerima bukan berarti Menyerah tanpa Daya, tetapi Menerima dengan Kesadaran yang Utuh, tanpa memberontak secara batin terhadap kenyataan yang sudah terjadi.
PENDERITAAN tidak selalu menghancurkan, namun yang sering menghancurkan adalah Perlawanan Batin Kita yang tidak menerima KENYATAAN. Sepanjang Penderitaan diterima dengan KESADARAN, maka Penderitaan akan berubah menjadi COBA / Ujian yang Mendewasakan JIWA. Sebaliknya; jika ditolak dengan Kemarahan dan Keluhan Kemalasan, maka Ia akan berubah menjadi SIKSA BATIN yang Berlipat-lipat.
Manusia kerap kali Lupa Diri di saat berada di zona nyaman, sebaliknya di saat berada di zona tidak nyaman, manusia sering mencari makna dari peristiwa yang dialami. UJIAN memiliki dua wajah; bagi orang yang menolak kenyataan, maka Ujian menjadi beban yang mematahkan hati dan semangat yang kemudian berbuah Penyesalan dan Keputusasaan. Tetapi bagi oang yang mampu melihatnya dengan Kesadaran Utuh, maka Ujian akan berubah menjadi GURU KEHIDUPAN yang MENDEWASAKAN.
PENERIMAAN bukanlah KELEMAHAN, namun justru merupakan Pondasi Kekuatan Batin. Sadarilah…bahwa BADAI itu Datang dan Pergi. Setiap peristiwa dalam hidup membawa Pesan Tertentu bagi Perjalanan Jiwa setiap Manusia. UJIAN bukanlah Musuh, melainkan bagian dari perjalanan Hidup menuju Kedewasaan Batin. Ujian tidak datang dalam bentuk Teori, melainkan datang dalam bentuk REALITA / KENYATAAN. KESABARAN adalah Kekuatan penjaga Manusia. Setiap perjalanan manusia pasti melewati Terang dan Gelap-Baik dan Buruk, Senang-Susah dan seterusnya.
“Jangan biarkan KEPAHITAN DUNIA mengubah MANISNYA HATI kita untuk tetap berbuat kebaikan dan kebajikan”.









Facebook Comments