
Ketua Fraksi Gerindra Gede Harja Astawa, Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Dasar Masyarakat
DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM)=Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa Gede Harja Astawa, SH., MH., menyoroti sekaligus menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Terutama peningkatan layanan kesehatan di Bali, terkait keterbatasan ruang ICU di sejumlah rumah sakit. Hal itu disampaikannya usai Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali di Ruang Sidang Utama, Denpasar, Rabu (25/3/2026), sebagai bentuk kritik sekaligus dorongan terhadap pemerintah daerah.
Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa mengaku mengapresiasi capaian pembangunan pemerintah provinsi yang dinilai telah mendorong pertumbuhan di berbagai sektor. Namun demikian, pihaknya mengingatkan agar perhatian terhadap pelayanan langsung kepada masyarakat tidak terabaikan.
“Pembangunan sudah berjalan baik, tetapi pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan, harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Lebih lanjut secara khusus Gede Harja Astawa menyoroti keterbatasan fasilitas Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah rumah sakit, terutama di wilayah Buleleng. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pasien jika tidak segera ditangani.
“Keterbatasan ICU ini tidak bisa dibiarkan. Jangan sampai masyarakat tidak tertolong hanya karena fasilitas yang kurang,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah mengambil langkah strategis, seperti penambahan ruang ICU, pengadaan alat kesehatan yang memadai, serta peningkatan insentif bagi tenaga medis. Selain isu kesehatan, Ketua Feaksi yang dikenal low profile itu juga menyatakan dukungannya terhadap program prioritas pemerintah pusat, di antaranya; Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Ia menilai implementasi program-program tersebut perlu dioptimalkan di daerah.
Sementara itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Bali dinilai masih belum maksimal, terutama di Buleleng, yang realisasinya masih di bawah 50 persen dari kuota. Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah guna memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai rencana.
“Ke depan kita harapkan program ini bisa berjalan optimal, sehingga seluruh anak-anak di Bali mendapatkan hak atas makanan bergizi. Kami akan terus mengawal dan mengawasi agar apa yang direncanakan benar-benar terwujud di lapangan dan tidak hanya sebatas pidato, namun komitmen yang riil di lapangan. Mengingat ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan gizi para generasi muda penerus bangsa ke depannya,” tegasnya.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat Lokal
Menyoroti Program Sekolah Rakyat, Ketua Fraksi Gede Harja Astawa sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali, bahwa sesuai pidato Bapak Gubernur Wayan Koster pada Rapat Paripurna tadi, Pemprov Bali telah menyiapkan lahan seluas 5,1 hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem tepatnya di Desa Amed, Karangasem, dan bahkan proses pembangunannya sudah hampir finish serta ditargetkan pada bulan Juni mendatang sudah bisa beroperasi.
Terkait hal itu Gede Harja Astawa berharap, ke depan pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya dibangun di Kabupaten Karangasem, melainkan juga di kabupaten lain yang berpotensi dan siap untuk itu, juga dapat direalisasikan. Bahkan, keterlibatan dari masyarakat lokal yang memiliki kemampuan dan fasilitas untuk membangun Sekolah Rakyat tersebut agar dapat diakomodir, sehingga keberadaan Sekolah Rakyat tersebut dapat dirasakan dan secara otomatis akan tumbuh rasa memiliki. Oleh karenanya, pemerintah perlu menyiapkan regulasi yang tepat untuk itu.
“Contohnya di Kabupaten Buleleng, ada beberapa penggiat Pendidikan yang siap untuk membangun Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang dimiliki, hanya saja mereka dihadapkan oleh kendala Regulasi yang belum nyambung. Nah ini yang perlu dicarikan solusi terbaik, sehingga mereka dapat berpartisipasi di dalam program mulia tersebut,” ujarnya, seraya mengaku akan terus mendukung program-progaram pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, terutama yang berimplikasi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Sidang paripurna ini kata Gede Harja Astawa, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif, demi memastikan pembangunan di Bali tidak hanya berfokus pada proyek besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara merata, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. *** CMN=Tim///Andi.









Facebook Comments