September 10, 2026
News

Gubernur Wayan Koster Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi, Mari Jaga Bali Tetap Aman dan Kondusif

DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM)= Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi mempertahankan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).

Rapat dihadiri Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kabinda Bali, jajaran Imigrasi, serta Danrem 163/Wirasatya untuk mengevaluasi perkembangan situasi keamanan, ketertiban masyarakat, dan keimigrasian warga negara asing (WNA). Berdasarkan laporan seluruh unsur Forkopimda, kondisi Bali secara umum dinyatakan tetap aman, tertib, dan kondusif. Meski demikian, Koster menilai koordinasi lintas lembaga harus terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat maupun di media sosial. Ditegaskan, masyarakat tidak seharusnya menarik kesimpulan mengenai kondisi Bali hanya dari pemberitaan atau informasi yang beredar di media social, karena tidak semuanya mencerminkan fakta di lapangan.

“Bukan tentang satu atau dua persoalan besar yang menjadi perhatian dalam rapat ini. Intinya, bagaimana Bali dengan sektor pariwisatanya tetap kondusif. Koordinasi ini kami lakukan secara rutin untuk mengevaluasi situasi keamanan. Beberapa isu yang berkembang di media sosial pun terkadang tidak sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Pemerintah bersama aparat keamanan akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing, tidak hanya untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai bagian dari penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat.

Serukan Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri

Pada kesempatan itu, gubernur turut menanggapi kasus dugaan aksi main hakim sendiri terhadap seorang terduga pelaku pencurian di Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan, yang berujung pada meninggalnya korban. Gubernur menegaskan, bahwa setiap persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku dan tidak boleh diambil alih oleh masyarakat.

“Seluruh masyarakat Bali agar turut menjaga kondusivitas situasi di lingkungannya masing-masing, menahan diri apabila terjadi permasalahan hukum sehingga tidak sampai main hakim sendiri, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat yang berwenang,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Bali akan mengingatkan seluruh kepala desa dan Bendesa Adat, agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menaati hukum, menjaga keamanan lingkungan, serta tidak menyebarkan opini atau informasi yang tidak sesuai fakta sehingga dapat memicu keresahan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan juga lahir dari kesadaran masyarakat untuk menghormati proses hukum dan menjaga ketertiban bersama.

Pemerataan Ekonomi Terus Diperkuat

Menanggapi anggapan bahwa persoalan ekonomi menjadi salah satu pemicu tindak kriminalitas, Koster mengatakan pemerintah terus menjalankan berbagai program bantuan sosial, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan ekonomi secara kolaboratif bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Gubernur menegaskan, bahwa seluruh desa di Bali menjadi sasaran pemerataan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, sehingga persoalan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan pelanggaran hukum.

“Seluruh desa di Bali berhak merasakan pemerataan dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terus berkolaborasi. Bantuan sosial juga tersedia dalam berbagai bentuk bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Aktivitas WNA Tetap Diawasi

Terkait aktivitas komunitas pelari warga negara asing yang sempat menjadi perhatian publik, Gubernur Wayan Koster meminta masyarakat tidak menyikapinya secara berlebihan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan aktivitas olahraga yang umumnya berlangsung pada pagi hari dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, pemerintah bersama aparat keamanan akan tetap melakukan pengawasan dan koordinasi untuk memastikan seluruh aktivitas warga negara asing di Bali berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjaga Bali tetap aman dan kondusif membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, desa adat hingga masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan tetap kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.

“Bagi Bali yang perekonomiannya sangat bergantung pada sektor pariwisata, keamanan bukan hanya menyangkut ketertiban, tetapi juga menjadi fondasi bagi kenyamanan masyarakat dan kepercayaan wisatawan,” pungkasnya.

*** CMN=Tim/Humas.

Facebook Comments

error: Content is protected !!