
Dilaporan Kematian Babi di Tembuku, Dinas PKP Langsung Atensi
BANGLI (CAHAYAMASNEWS.COM). Dalam beberapa pekan ini mulai mencuat adanya laporan kematian babi di wilayah Kabupaten Bangli. Sesuai informasi yang didapat, kematian babi ini banyak terjadi di wilayah Desa Tembuku, Bangli. Dengan adanya Informasi ini langsung diatensi petugas Dinas PKP Bangli bisa mengetahui penyebab yang pasti agar peternak tidak terlalu banyak merugi apalagi dalam situasi vandemi covid 19.
Menurut Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma saat dikonfirmasi, Kamis (12/08/2021) membenarkan adanya laporan kematian babi tersebut. Laporan itu masu sekitar seminggu yang lalu. Sesuai infrmasi yang diterima kematian babi ini terjadi di wilayah Desa Tembuku, sepeti di wilayah Sama Geria, Tegal Asah, dan wilayah lainnya.
“Informasi yang kita terima, disebutkan ada kematian babi di kandang Si A atau si B, malah di kampong halaman saya ada laporan terkait kematian babi itu,” katanya.
Berkaiatan informasi yang masih simpang siur itu, lanjut dia, kemudian pihaknya melaukan penelusuran ke bawah. Alhasil, memang adanya kematian babi yang terjadi di sejumlah peternak. Namun,kematian tersebut tidak separah laporan yang dibilang lantaran African Swine Fever (ASF.)
“Memang ada kematian babi di peternak, hanya satu dua. Tetapi bukan lantaran serangan virus ASF, melainkan oleh penyakit lain dan hal ini bisa terjadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, jelas Sarma, sesuai penelusuran babi yang sakit setelah dilakukan pengobatan dan pemberian vitamin langsung sembuh. Jadi dengan data yang didapat petugas tersebut, pihaknya meyakini kalau kematian babi yang dilaporkan peternak di Tembuku, bukan karena penyakit ASF, seperti sebelumnya.
“Kita harap peternak bisa melakukan pemeliharaan dengan baik, sehingga terhindar dari serangan penyakit. Sanitasi kandang dan penyemprotan disinfektan harus rutin dilakukan untuk menghindari tumbuh dan berkembangnya virus mematikan pada ternak babi,” pintanya
Sementara saat disinggung populasi babi, ujar Sarma, pihaknya berharap dengan meredanya serangan virus ASF, kembali menumbuhkan kegairahan peternak babi di Kabupaten Bangli untuk kembali memelihara ternak.
“Untuk data populasi ternak babi saya carikan dulu, agar tidak salah. Kita harap populasi babi sudah kembali naik,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com-NT.









Facebook Comments