
Bupati I Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa Turut Ngaturang Ngayah” Mundut Pralingga
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Prosesi Karya Tawur Labuh Gentuh lan Karya Bhatara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, telah dimulai. Yakni Pralingga Ida Bhatara di masing-masing Pura disekitar Pura Terbesar di Bali itu “Katedunang” atau diturunkan sebagai tanda pelaksanaan upacara, pada Senin (14/3/2022) kemarin.
Tampak Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa juga turut “Ngaturang ngayah” mundut Pralingga di Pura yang diempon Pemkab Karangasem. Secara terpisah di waktu bersamaan, Bupati Dana mundut Pralingga Ida Bhatara Brahma dari Pura Kiduling Kreteg , sedangkan Wabup Artha Dipa mundut Pralingga Ida Bhatara Dewi Durga dari Pura Hyang Aluh. Masing-masing Pralingga Ida Bhatara Ketedunang menuju Padma Tiga untuk selanjutnya distanakan di Bale Pasamuan. Untuk selanjutnya melasti ke Tegal Suci akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2022.
Sementara itu Bandesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengungkapkan, rangkaian upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem dimulai 18 Februari 2022, tepat Rahina Sukra Kliwon Bala. Kemudian Karya diawali dengan ngaturang pemiyut, ngunggahang sanuri, negtegaang, serta pengrajeg dan pengemit karya. Dikatakan, upacara tahunan akan dilakukan sesuai kebiasaan sebelumnya.
Dia melanjutkan untuk tawur tabuh gentuh digelar 2 Maret, dan puncak Ida Bhatara Turun Kabeh 17 Maret. “Untuk nyejer akan dilaksanakan seperti biasanya selama 21 hari, sesuai keputusan panitia yang terdiri dari semua unsur,” jelasnya. Ditambahkan, di tengah masih pandemic, untuk pamedek yang tangkil ke Pura Besakih tetap diperbolehkan. Namun jumlah tetap dibatasi untuk mengantisipasi penyebaran COVID di Kab. Karangasem. Pemedek yang akan sembahyang dihimbau mngikuti penganyar yang telah ditentukan oleh panitia.
Kami dati Panitia karya menghimbau pamedek untuk tidak tangkil saat hari libur. Tujuannya supaya tidak terjadi tumpukan pemedek, hingga berdesakan sekitar area pura. Mengingat saat ini penyebaran COVID19 alami peningkatan beberapa bulan terakhir baik di Kabupaten atau Provinsi. Dan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat harus diterapkan oleh pamedek yang bersembahyang di Pura Besakih.Seperti mengunakn masker dan tetap jaga jarak. Juga pamedek yang tidak mengunakan masker tak boleh tangkil. harus menggunakan masker saat tangkil ke Pura Besakih,” tegas Jro Mangku.
Untuk pintu masuk Pura Besakih akan dijaga ketat petugas, baik dari kepolisian maupun pecalang Desa Adat. Langkah ini dilaksanakan untuk memantau pamedek yang tangkil agar tetap terapkan prokes. Krama diharapkan mncuci tangan sebelum dan sesudaah tangkil di Pura. Panitia karya sudah menyediakan tempat cuci tangan untuk pamedek yang tangkil. Sekali lagi di ingatkan pamedek harus menerapkan prokes ketat harap Jro Mangku. *** Cahayamasnews.com/Tim-01.









Facebook Comments