
Cuaca Tak Menentu, Kasus DBD Tahun 2022 di Karangasem Melonjak Tajam
AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS). Akibat cuaca tidak menentu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem tahun 2022 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2021. Sesuai catatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem mencatat sebanyak 281 kasus DBD. Dari data tersebut kasus DBD terbanyak terjadi di Kelurahan Karangasem yakni tercatat 72 kasus dan Subagan sebanyak 26 kasus, disusul Desa Tianyar sebanyak 20 kasus. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama Kamis, (28/4/2022).
“Pada tahun 2021, terhitung dari bulan Januari hingga Desember jumlah kasus DBD sebanyak 185 kasus, puncaknya tertinggi terjadi pada bulan Desember sebanyak 32 kasus,” jelasnya. Putra Pertama mengaku tidak bisa memprediksinya karena cuaca di Karangasem tak menentu.
Harusnya bulan-bulan ini sudah mulai menurun, namun karena cuaca, sekarang terik matahari kemudian hujan, membuat nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang biak, sehingga sulit memperkirakan kapan puncak atau kasus mulai menurun.
Upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran lebih banyak, Dinkes Karangasem terus berupaya untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti fogging dan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan upaya 3M menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas serta abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk.
“Saya mengajak masyarakat, jangan sampai ada genangan, begitu hujan jatuh jentik pasti menetas, lalu terjadi kasus, itu yang kita temukan, sehingga kuncinya adalah pemberantasan sarang nyamuk, tebar bubuk abate dan dengan disiplin melakukan 3 M,” ujarnya. *** Cahayamasnews.com-Hms-Tim=01.









Facebook Comments