November 3, 2026
News

Dari Giat Monitoring Komisi IV DPRD Karangasem, Temukan Berbagai Permasalahan Menggelitik

AMLAPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem, melaksanakan kegiatan monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Kegiatan itu dipimpin oleh Ketua Komisi I Nyoman Rena, SP., Wakil Ketua Drs.l Ketut Mangku, dan sejumlah anggota di antaranya I Nyoman Mardana Wimbawa,ST., Ketut Susinta, Kadek Weisya Kusmiadewi,SH.,M.Kn., dan Sri Dewi Wahyuni Ni Kadek, Selasa (31/5/2022).

Sejumlah petugas kesehatan di IRD tampak kaget begitu mengetahui kedatangan anggota Komisi IV. Rombongan disambut Kabag Kepegawaian I Nyoman Sudiatmika dan Ni Putu Sutarmini sekaligus menemani anggota komisi keliling ke sejumlah ruangan di antaranya; ruang Radiologi, Intalasi Gizi, Intalasi Pemulasaran Jenazah, selanjutnya menuju Poliklinik dan sejumlah ruang rawat inap.

Ketua komisi IV I Nyoman Rena mengatakan,  setelah melakukan pemantauan, ada beberapa catatan. Salah satu pasien di IGD menyatakan bahwa pelayanan di IRD RSUD cukup bagus, kemudian di tempat makanan juga lumayan bagus. Tetapi ada hal-hal yang perlu distresing nanti di pembahasan terkait kesenjangan Jaspel dengan petugas lainnya, itu ada kesenjangan dan pihaknya tahu bahwa petugas di IRD berada  terdepan apalagi di masa pandemic, harusnya ini diperhatikan terkait Jaspelnya.

“Saat monitoring ke ruang jenazah kita temukan problem lama. Dimana, waktu kita monitoring dulu saat kepemimpinan lama, yang menjadi masalah adalah kerusakan freezer. Sampai saat ini belum juga diganti. Dari dua freezer yang ada, yang satu rusak total dan tak bisa dipakai dan yang satunya lagi juga sudah rusak parah,” ujarnya.

Nah ini juga akan menjadi masukan ke pemerintah. Sebab menurutnya hal ini sangat perlu terutama saat ada orang meninggal di rumahnya ada kegiatan upacara otomatis itu sangat mengganggu jika freezernya tidak ada di ruang jenazah. Dan ini menjadi kendala dan perhatian serius ke depanya.

“Saat kita keliling ada yang menggelitik bagi kita yakni sampah-sampah medis  yang menumpuk di salah satu gedung yang tidak berfungsi. Seharusnya dipikirkan tempat menampung ke tempat yang lain, apalagi sekarang kondisi demam berdarah. Dengan kondisi ini sampah medis menumpuk secara otomatis menjadi sarang nyamuk, dan akan memberikan dampak yang kurang bagus di RSUD,” ujarnya.

Begitu juga masalah portal, dimana kalau di rumah sakit daerah lain portalnya sudah elektrik, namun di sini masih manual. Yang masuk juga kalau bayar ya diterima, kalau enggak bayar juga tak masalah. Pihaknya berharap kepada pihak rumah sakit untuk memperhatikan hal itu, sebab itu bias menjadi salah satu sumber pendapatan..

Sementara bangunan pada  ruang radiologi memiliki 2 lantai, dan lantai atas tidak difungsikan, tadi pihak rumah sakit menyampaikan tahun ini 2022 akan di rehab.

“Dari hasil monitoring ditemukan permaslah-permasalahan, kita akan jadwalkan memanggil direktur utama, dan secepatnya akan diadakan rapat kerja,” ujar Rena.

Kabag Kepegawaian I Nyoman Sudiatmika didampingi  Ni Putu Sutarmini mengatakan,  terkait adanya sampah medis yang menumpuk di salah satu gedung yang tidak berfungsi itu, pihaknya mengaku akan follow up ke petugas terkait.

“Begitu juga adanya freezer yang rusak. Kemudian masalah ruang Radiologi, betul tahun 2022 ini akan direhab, dan sudah memasuki proses,” katanya. *** Cahayamasnews.com=Tim-01.

Facebook Comments

error: Content is protected !!