November 4, 2026
News

Usung Visi Buleleng Paten, Bupati Nyoman Sutjidra Sampaikan Program Prioritas 100 Hari Kerja Pertama

SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terpilih dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, SH., meluncurkan program prioritas 100 hari kerja pertama yang disampaikan dalam Rapat Paripurna dengan agenda Serah Terima Jabatan dan Penyampaian Pidato Bupati Buleleng periode 2025-2030, Rabu (5/3/2025). Dalam pidatonya, Bupati Sutjidra mengungkapkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemajuan Buleleng di berbagai sektor. Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Sutjidra didampingi oleh Wakil Bupati Gede Supriatna mengusung visi “Buleleng Paten,” yang mencakup lima tahun masa jabatan untuk menjadikan Buleleng lebih maju, adil, dan sejahtera.

“Kami berkomitmen untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang diwujudkan dengan 8 misi atau Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya seraya menambahkan,  tentunya juga mensinkronkan visi pemerintah Provinsi Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru’, serta dilengkapi dengan Perda Provinsi Bali Nomor 4 tahun 2023 tentang haluan pembangunan Bali masa depan, 100 tahun Bali Era Baru 2025-2125. yang ditandai dengan pencapaian 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru.

Kedua visi tersebut menjadi pedoman dalam menyusun visi misi kabupaten buleleng 2025-2030 dan menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kabupaten buleleng dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru’, “Buleleng Paten”.

visi ini mengandung makna menjaga kesucian dan keharominisan alam, manusia dan budaya Bali di Buleleng, untuk mewujudkan kehidupan krama Buleleng yang sejahtera dan bahagia niskala-sekala menuju kehidupan krama dan gumi Buleleng sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno : berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai pancasila 1 Juni 1945.

Sutjidra menegaskan bahwa ada lima sektor utama yang akan menjadi fokus pembangunan, yaitu bidang sandang, pangan, dan papan, bidang kesehatan dan Pendidikan, bidang tenaga kerja, sosial, bantuan sosial tenaga kerja, bidang adat, agama, seni, tradisi dan budaya serta bidang infrastruktur, UMKM, pariwisata, dan lingkungan hidup.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah pemberian stimulus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan sebesar 90% bagi wajib pajak yang memiliki lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan insentif bagi petani dan masyarakat yang terlibat dalam pertanian berkelanjutan. Selain insentif pajak, Sutjidra juga mencanangkan beberapa program konkret di hari-hari pertama masa jabatannya. Di antaranya adalah pemberian seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat TK, SD, dan SMP dari keluarga kurang mampu, serta fasilitas ambulance jenazah gratis untuk masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, Sutjidra juga berkomitmen untuk mempercantik kawasan Kota Singaraja dengan pemasangan lampu hias di jalan-jalan protokol dan fasilitas publik. Salah satu agenda penting lainnya adalah penertiban pedagang bermobil di Pasar Anyar Singaraja untuk menciptakan keteraturan dan kenyamanan bagi warga. Pada kesempatan itu Bupati Sutjidra juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik internal maupun eksternal Pemkab Buleleng, untuk bekerja sama dalam mendukung program-program yang akan dilaksanakan.

“Rencana kerja dimaksud akan dapat terwujud tentunya dengan sinergitas kita bersama, dengan mengedepankan budaya kerja kolaborasi, saling mendukung dan menguatkan sebagai bentuk kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat Buleleng demi mewujudkan Buleleng yang semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.

Sidang Paripurna tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, anggota Forkopimda dan sejumlah mantan pejabat Buleleng. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Buleleng.

Sementara itu Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya optimis, mengingat bupati dan wakil bupati telah berpengalaman di pemerintahan serta langkah konkret yang telah direncanakan, maka kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna dapat mewujudkan visi dan misi mereka untuk membawa Buleleng menuju masa depan yang lebih cerah, aman, maju, dan sejahtera. *** CMN=Tim.

Facebook Comments

error: Content is protected !!